UPT TK SD & Non Formal Kec Cicalengka: Merger Sekolah Harus Jadi Skala Prioritas

IMG-20180807-WA0232

JAYANTARANEWS.COM, Kab Bandung

IMG_20180628_215930

Perkembangannya dunia pendidikan sekarang ini semakin bersaing ketat, terutama dalam peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan. Maka dari itu, sekolah harus siap menjadi alat dalam perkembangan pendidikan. Hal demikian seperti dikatakan Kepala UPT TK, SD dan Non Formal Disdik Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Selasa (07/08). ” Untuk mengejar target indek pembanguan manusia, sudah selayaknya sekolah mengedepankan kualitas dan kuantitas pendidikan, serta pendidikan karakter. Jadi sudah saatnya untuk memaksimalkan pendidikan agar tidak ada lagi sekolah masuk siang, satu -satunya jalan harus diadakan merger bagi sekolah yang bergabung atau sekolah komplek,” jelas Nandang.

Masih dikatakan Nandang,” Karena siswa belajar siang sangat kurang efektif dan mengganggu perkembangan siswa dalam berekspresi, maka dari itu, untuk di Kecamatan Cicalengka akan diusahakan sekolah masuk pagi seluruhnya. Di sinilah perlu adanya keberanian Kepala UPT TK, SD dan Non Formal ditingkat kecamatan, untuk melakukan merger, agar siswa dapat belajar pagi dan dirasakan lebih efektif,” ungkap Kepala UPT TK, SD dan Non Formal Disdik Kecamatan Cicalengka Nandang.

Memang masih banyak sekolah terutama SD, yang masuk siang, dan kebanyakan sekolah yang komplek. Sistem masuk pagi siang ini akan mengurangi perkembangan pendidikan terhadap anak, selain itu juga akan menghambat daya pikir siswa dalam kegiatan belajar mengajar, dan para gurunya pun akan lebih banyak diam kebanding mengajar.
” Untuk itu, saya akan melakukan merger sekolah, terutama sekolah yang Kepala SD nya memasuki masa pensiun, agar tidak ada ketimpangan dalam melakukan merger. Saya berani menggabungkan dua sekolah menjadi satu sekolah, karena demi kepentingan pendidikan, dan demi tercapainya SDM yang handal dan pendidikan yang berkarakter,” tegas Nandang, Kepala UPT TK, SD dan Non Formal Disdik Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. (Asep BOM)