3 PNS Dugaan Kasus Korupsi Diperiksa, Kejari Binjai: Akan Ada Tersangka Baru!

IMG-20181004-WA0153

JAYANTARANEWS.COM, BINJAI

IMG_20180628_215930

Kasus korupsi Alat Peraga Sekolah Dinas Pendidikan Kota Binjai memasuki babak baru, pasca penetapan 3 (tiga) tersangka. Teranyar, 3 (tiga) orang berstatus Pegawai Negeri Sipil telah diperiksa Penyidik Kejari Kota Binjai.

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Kota Binjai, akan mengumumkan nama tersangka baru dalam pengadaan Alat Peraga Sekolah Dasar (SD) Tahun Anggaran 2011. Penetapan tersangka itu berdasarkan perkembangan penyidikan yang dilakukan penyidik.

” Ada tiga orang lagi PNS yang diperiksa dalam kasus korupsi IG (Ismail Ginting). IG dan kawan – kawannya, 2 (dua) bulan ke depan akan kami limpahkan. Pengumumannya minggu depan. Semakin berkembang ini, minggu depan ya,” jelas Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar, Rabu (3/10/2018).

Menurut Kajari, penyidik terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi – saksi secara maraton. Pemeriksaan tersebut, kata Kajari, dilakukan guna melengkapi berkas  tersangka Ismail Ginting dan dua tersangka lainnya.

Selain Kejari, kemarin (2/10), Tim Auditor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menginjakan kakinya di Gedung Kejari Binjai, Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara.

” BPKP sudah di Kejari untuk melakukan penghitungan kerugian negara,” ujarnya.

Victor menambahkan, sejumlah saksi yang diperiksa kemarin (2/10) yakni, ‎mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), sekaligus abang ipar mantan Wali Kota Binjai Ali Umri, Misron. Kemudian Yantini dan Nuraini. Ketiganya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

” Tiga orang ini PNS. Mereka menegaskan peran masing – masing khusus IG. PNS semua itu. Misron mantan Kadis Pendidikan, Yantini Kepala Badan Unit, Nuraini Kasi Perpustakaan dan Inventaris Sekolah. Pemeriksaan itu dilakukan untuk penegasan semua perannya masing – masing, khususnya tersangka IG,” ujar Kajari.

Informasi diperoleh, ketiga ASN tersebut diperiksa langsung oleh Petugas BPKP Sumut yang bertepatan tengah berada di Kejari Binjai.

Kepada Petugas BPKP Sumut, ketiga ASN tersebut mengakui, telah menyalahi aturan dalam proses pelelangan. Mereka dalam proses pengadaan berlangsung berstatus sebagai panitia lelang.

Diketahui, penyidik Kejari Binjai sudah menetapkan 3 (tiga) tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Alat Peraga Sekolah Dasar, yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu senilai Rp 1,2 miliar.

Pengadaan tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Binjai. Modus korupsi yang dilakukan tersangka dengan cara menggelembungkan harga atau mark-up hingga pengadaannya fiktif.

Ketiga tersangka itu, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai‎ yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai Ismail Ginting, Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari Dodi Asmara. Mereka ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik pada 28 Maret 2018 lalu. (Tim JN)