Budidaya Kerapu Pangandaran, Rektor Unpad & Produsen Aquatec Panen Perdana

IMG-20181015-WA0234

JAYANTARANEWS.COM, Pangandaran

IMG_20180628_215930

Rektor Unpad Prof Dr Med Tri Hanggono Achmad, dr Dekan FPIK (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) Unpad Dr, sc.agr Yudi Nurul Ihsan, dan pihak PT Gani Arta Dwitunggal produsen KJA (Keramba Jaring Apung) merek Aquatec, diwakili Andi J Sunadim, memanen ikan pada Pilot Project Nudidaya Kerapu  di Pantai Pangandaran Timur, Jawa Barat (15/10/2018).

Penjelasan Yudi yang mantan anggota TOS (Tim Optimasi & Sinkronisasi) Gubernur Jabar Ridwan Kamil, pada hari itu dipanen 5 kuintal Ikan Kerapu. Ini dihasilkan dari sekitar 1.500 bibit ikan yang ditebar 5 bulan lalu. Hasilnya, Ikan Kerapu ini beratnya sekitar 600 gram per ekor.

” Salah satu riset yang dikembangkan, penggunaan enzime papaya. Ini untuk mempercepat pertumbuhannya. Hasilnya hari ini kita buktikan, ternyata bagus,” kata Yudi  yang kala itu didampingi rekan seniornya sesama mantan anggota TOS “Husen Lauk” alias Ir Mohamad Husen.

“Husen Lauk” yang hadir hari itu dalam kapasitasnya sebagai pengurus MAI (Masyarakat Aquakultur Indonesia) Jawa Barat. ” Keberhasilan ini akan dikembangkan di Pantai Utara Jabar, dan Jabar Tengah, tentu dengan merubah variabel dan kondisioning saja sesuai kebutuhan setempat”.

IMG-20181015-WA0222

Dalam sambutannya, Rektor Unpad mengapresiasi capaian program ini. Harapannya, lakukanlah terus kerjasama seperti ini dengan banyak pihak.

” Ke depan Unpad dan Aquatec harus saling bersinergi. Kehadiran Unpad sebagai perguruan tinggi terbaik di Jawa Barat, harus menjadi solusi bagi permasalahan dunia perikanan. Unpad harus hadir di tengah – tengah  masyarakat, membantu Pemerintah membangun sektor perikanan secara nyata”.

Harga Jual, Bagus

Pengamatan redaksi, Budidaya Ikan Kerapu dewasa ini menjadi trend di kalangan nelayan Pantai Selatan Jabar. Di pasaran pada awal tahun 2018, harga per kilo Ikan Kerapu Rp 100 ribu atau lebih. Ini dihasilkan setelah 5 atau 6 bulan dibudidayakan. Hingga hari ini, permintaannya cukup tinggi. Intinya, Budidaya Kerapu di Pantai Selatan Jabar, kini banyak dilirik pebisnis perikanan.

Manfaat praktis Budidaya Ikan Kerapu di lapangan, dapat membantu meningkatkan derajat ekonomi nelayan, mengatasi masa paceklik, juga sebagai solusi pengganti alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

Menurut “Husen Lauk” dan Yudi, pengembangan Budidaya Ikan Kerapu di Pantai Selatan Jabar, merupakan tahapan kecil. Kini malah sedang dikembangkan solusi lain, yakni pengembangan 10 komoditas unggulan berbasis kewilayahan, dan bisnis Budidaya Ikan Terpadu.

Pengembangan 10 komoditas unggulan lain di Jabar itu, diantaranya: 1. Udang & Lobster 2. Kerapu 3. Kakap 4. Karapu 5. Baronang 6. Kepiting & Rajungan 7. Rumput Laut 8. Nila, Gurame, Mas 9. Patin dan Jambal daging putih, dan 10. ikan hias.

” Ini baru satu atau dua langkah dari Pantai Selatan Jabar, semoga bisa berkembang ke 9 komoditas budidaya ikan lainnya sesuai rencana,” kata Yudi yang setelah selesai panenan di Budidaya Ikan Kerapu, bersama rombongan akan meninjau salah satu pusat pengembangan Budidaya Ikan Kancra di Tasikmalaya.

Diperoleh info, Ikan Kancra yang nyaris hilang di Tatar Pasundan, setelah melalui kajian mendalam akan kembali dijadikan produk unggulan perikanan baru di Jabar. (Tim Redaksi)