Diduga PGT Buang Limbah Tanpa Proses,
DLH Kab Bandung Seakan Tak Punya Mata

IMG-20181015-WA0042

JAYANTARANEWS.COM, Bandung

IMG_20180628_215930

Limbah Pabrik Gondolen dan Tenpertine (PGT) yang berwarna hitam pekat dan berbau, seakan dibiarkan begitu saja tanpa ada larangan buang limbah ke sungai oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung. Padahal, sesuai dengan keterangan dari pihak PGT Nandang, bahwa orang – orang DLH sering menguji limbah PGT.
Hal itu seperti diungkapkan Nandang saat dimintai keterangannya yang mengatakan,” Limbah saya selalu diproses dan selalu diolah melalui IPAL. Mungkin warna hitam dan berbau itu karena bak penampungan limbah belum dikuras. Akan saya upayakan limbah yang dibuang ke sungai yang berada di Desa Citaman agar tidak hitam dan bau,” jelas Nandang.

Bila limbah PGT melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), PGT tidak mungkin memasang pipa ke sungai di Desa Citaman yang jaraknya hampir mencapai satu kilometer. Diduga, pemasangan pipa paralon sepanjang satu kilometer itu adalah untuk pembuangan limbah tanpa proses, karena limbah yang dikeluarkan dari pipa itu baunya sangat menyengat.

Namun dalam hal ini sepertinya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, seolah tutup mata dan tidak pernah turun ke lapangan untuk memantau pembuangan limbah kamuflase, serta anggapannya limbah PGT sesuai dengan ambang batas.

Ketika Kepala Desa Citaman Adang Andry Rahayu, S, Sos dimintai keterangannya, dia mengatakan,” Kalau memang limbah PGT membahayakan warga saya, dan memberikan kontribusi penyakit, saya tidak akan memberi izin. Karena saya harus menjaga masyarakat dan lingkungan saya. Jadi silahkan buang air limbah tapi limbahnya harus diproses dulu melalui IPAL, jangan membuang limbah tanpa proses,” jelasnya.

Seperti dikutip pemberitaan Media Online JAYANTARANEWS.COM, Baca berita terkait: DiBack Up Oknum Wartawan, PGT Buang Limbah Ke Kali Cigorowong Nagreg – http://jayantaranews.com/2018/10/diback-up-oknum-wartawan-pgt-buang-limbah-ke-kali-cigorowong-nagreg/, beberapa hari lalu, BPD Citaman ateng mengatakan. ” Benar, saya duga itu limbah PGT tanpa melalui proses dalam membuang limbahnya. Karena terlihat dari air limbah yang dibuang warnanya hitam pekat dan berbau,” ujarnya.

Dalam permasalahan limbah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung seakan lepas dari rohnya demi kepentingan yang tidak mendasar. PGT yang telah bertahun – tahun membuang limbah yang diduga tanpa proses, seakan dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan dan perhatian khusus dari Dinas Lingkungan Hidup.

Masyarakat juga menilai bahwa DLH tidak pernah mengontrol Desa Citaman untuk melihat limbah PGT yang dibuang ke sungai. ” Saya heran, sudah bertahun – tahun warga terkena dampak bau limbah PGT, tapi belum satu pun dinas terkait yang pernah mengontrol ke tempat pembuangan limbah di sungai ini. Apakah mereka tidak tahu, atau mereka pura – pura tidak tahu, padahal sudah berlangsung lama PGT membuang limbah tanpa melakukan proses pengolahan. Untuk itu saya berharap, dinas dan aparat tekait segera menindak PGT, yang setiap hari membuang limbah tanpa proses,” jelas warga Desa Citaman. (Asep BOM)