Loading...

Palsukan Dukungan, H Uma Minta Kementerian & Badan Terkait Cabut Izin Penambangan PT EMM

IMG_20181028_144451

JAYANTARANEW.COM, Nagan Raya|ACEH

IMG_20180628_215930

H Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh ini menyatakan menolak pertambangan komoditas emas oleh PT Emas Mineral Murni (PT EMM) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (27/10/2018).

Pernyataan penolakan tersebut ditandatangani langsung oleh Haji Uma di depan masyarakat yang berkumpul di dayah Tgk Bantaqiah, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Nagan Raya.

Dalam pertemuan tersebut, Haji Uma juga menyerap aspirasi, terkait pemalsuan surat dukungan masyarakat yang dilakukan oleh PT EMM dalam pengurusan AMDAL dan izin operasi produksi.

Tidak hanya itu, termasuk absen rapat PNPM pun turut dipalsukan untuk dukungan pengurusan berbagai izin pertambangan emas kepada PT EMM. Padahal, masyarakat sama sekali tidak pernah memberikan dukungan kepada PT EMM.

Haji Uma juga merasa geram dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia yang telah mengeluarkan Izin Pertambangan Produksi emas PT EMM, yang tanpa terlebih dahulu turun langsung ke lokasi dan bermusyawarah dengan masyarakat, sehingga kondisi hari ini luas area penambangan 10.000 Ha yang diberikan ikut merambah situs sejarah dan makam aulia Tgk Bantaqiah.

“ Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, harus membatalkan izin penambangan emas yang dikeluarkan untuk PT EMM. Jika tidak, dapat dipastikan kedepan akan terjadi konflik antara masyarakat dengan pihak PT EMM,” tandasnya.

” Apalagi, kata H Uma, area penambangan masuk ke wilayah pemukiman masyarakat dan situs sejarah,” ungkap Haji Uma dalam pertemuannya dengan masyarakat

Dia juga mengungkapkan adanya kekeliruan penyebutan lokasi dalam surat izin yang yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, dimana dalam surat izin tersebut, lokasi pertambangan berada di Kecamatan Beutong, sementara ekplorasi yang dilakukan selama ini berada dalam wilayah Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

“ Berdasarkan aspirasi yang kita serap dari masyarakat, nantinya kami akan menyurati Kementerian dan Badan terkait untuk sesegera mungkin mencabut izin penambangan yang telah dikeluarkan kepada PT EMM,” tutupnya. (DIMA)