Bahas Beberapa Kendala, Menko Maritim Lakukan RaKor Di Pinggir Kali Citarum

IMG-20181206-WA0079

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Ada yang lain dari Rapat Koordinasi tentang DAS Citarum kali ini. Rakor yang biasanya dilakukan di hotel, kini dilakukan di saung edukasi, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, tepat di pinggir aliran Sungai Citarum dan Oxbow Cicukang yang masih menumpuk ratusan ton sampah, Rabu (5/12).

Rapat yang langsung dipimpin oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat merangkap sebagai DanSatgas Citarum Ridwan Kamil, Bupati Kabupaten Bandung Dadang Naseer, para Dansektor Satgas Citarum, serta institusi dan lembaga terkait dengan Perpres No 15 Tahun 2018.

Dalam Rapat Kordinasi tentang percepatan DAS Citarum itu, Menko Maritim membahas beberapa kendala di lapangan yang disampaikan oleh para Dansektor.

*Dansektor 8 Kol Czi Aby Ismawan*

Sebagai tuan rumah, selain memaparkan kondisi di sektor 8, Dansektor juga mengucapkan terimakasih serta menerangkan kondisi jalan masuk akibat hujan yang mengguyur selama 2 hari berturut – turut.

Dalam paparannya Kol Czi Aby Ismawan, menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi,” Sosialisasi selalu kami lakukan, walau masih belum menyeluruh. Saat ini kami dihadapkan pada kendala lahan untuk pembangunan tempat pembuangan sampah, armada, serta alat keruk, dan ini bukan hanya di Sektor 8, tapi di seluruh sektor juga mengalami hal yang sama dalam penanganan sampah,” paparnya, di hadapan Menko Maritim dan undangan lainnya.

*Dansektor 21 Kol Inf Yusef Sudrajat*

Lain halnya dengan Sektor 8. Sektor 21 menyampaikan kendala tentang kurangnya tenaga ahli dari LH,” Limbah industri yang masuk ke aliran Citarum ini berasal dari ribuan pabrik, dengan terbatasnya tenaga ahli dari LH, kami kesulitan untuk melakukan koordinasi soal baku mutu, apalagi hasil uji lab harus menunggu 14 hari. Jadi kami lakukan kepada setiap pabrik, apabila sudah ada kolam indikator dan ikan mas serta koi bisa hidup, itu kami anggap aman untuk sementara,” terangnya.

” Satu hal lagi, kami berharap Satgas Gakum melakukan koordinasi ketika sidak di lapangan, untuk menghindari dari salah persepsi,” tambahnya lagi.

*Dansektor Pembibitan Letkol Inf Choirul Anam*

Sementara itu, di sektor pembibitan, Letkol Inf Choirul Anam menjelaskan,” Luasnya lahan kritis yang mencapai 8000 hektar, membuat kami harus mengamankan ratusan mata air, juga menjaga agar tanah tidak tergerus saat hujan yang menyebabkan sedimentasi di Citarum. Saat ini kami sedang lakukan penanaman bibit kopi jenis Arabica dengan cara tumpang sari,” jelas Letkol Inf Choirul Anam.

” Kami akan lakukan komitmen dengan warga sekitar, karena setelah didata, ternyata pengelola lahan kritis itu berasal dari luar daerah. Selain itu, di Sektor Pembibitan sedang dibangun pabrik penyulingan sereh wangi, dan bulan Januari sudah bisa terlihat hasilnya,” ujar Dansektor Pembibitan.

IMG-20181206-WA0078

Sebagai DanSatgas Citarum, Ridwan Kamil menyampaikan kepada para Dansektor,” Mari kita tuntaskan persoalan DAS Citarum ini bersama – sama, Incenerator ini bukan hal yang permanen dalam penanganan sampah, apabila masyarakat sudah ter’edukasi dengan baik dalam hal memilah sampah, maka sampah akan selesai di lingkungannya,” terang Ridwan Kamil.

” Kita anggarkan di 2019 untuk Incenerator di 50 titik, tinggal para Dansektor persiapkan lahannya, kalau bisa milk BBWS, supaya bisa berkordinasi dengan Kementerian PUPR, nanti teknologinya lebih canggih dan harganya murah, sementara untuk mengatasi sedimentasi, nanti ada penambahan 10 excavator buatan Pindad,” janjinya.

Dalam memimpin Rakor, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan menegaskan,” Citarum ini kepentingan nasional, jangan ada keragu – raguan dalam dalam mengambil keputusan. Citarum ini akan menjadi contoh untuk sungai lainnya, tegas Luhut di hadapan para Dansektor dan undangan.

” Kita punya ahli untuk membangun teknologi, punya kemauan, punya tim yang bagus. Saya akan lihat progresnya awal tahun, jangan terlalu lama, kasihan masyarakat,” tambahnya lagi.

Masih menurut Luhut,” Sengaja saya adakan Rapat di pinggir Citarum ini, biar terlihat dengan jelas, karena masalah Citarum adalah masalah kita bersama,” pungkas Menko Maritim.

(Basan JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here