Kapolsek Rancasari KomPol M Darmawan, Gelar Expose Kasus Pembacokan

IMG-20181206-WA0288

JayantaraNews.com, Kota Bandung

Polsek Rancasari Kota Bandung melaksanakan expose pelaku kasus pembacokan di depan halaman Mapolsek Rancasari, yang dipimpin langsung oleh Kapolsek KomPol M Darmawan dengan didampingi Kanit Reskrim Ipda Yayat Supriatna, dan jajaran anggota Polsek Rancasari, Kamis (06/07/2018), pukul 13.00 WIB.

IMG-20181206-WA0290

KomPol M Darmawan Kapolsek Rancasari menyampaikan ke JayantaraNews.com,” Telah terjadi tindak pidana penganiayaan pada hari Kamis 15 November 2018, sekitar pukul 19.30 WIB, di dalam Apotik KS Farma di Ruko Cipta Pesona Batu Karang, No B 18, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, yang dilakukan oleh pelaku (IS) 22, alias Uwang, terhadap korban Reza Firmansyah, selaku karyawan di Apotik KS Farma,” jelasnya.

Adapun, lanjut M Darmawan, pelaku melakukan perbuatan tersebut dikarenakan dendam terhadap korban, dimana sehari sebelumnya, yaitu pada hari Rabu tanggal 14 November 2018, sekitar pukul 21.30 WIB, pernah ada permasalahan, yaitu tersangka datang mau membeli obat golongan Psikotropika jenis ALPRAZOLAM dan ESILEGAN. Karena tidak disertai dengan resep dokter, korban ditolak dan tidak memberikan obat dimaksud. Dari kejadian tersebut, pelaku dendam, sehingga akhirnya melakukan penganiayaan terhadap korban, ungkapnya.

Selang 1 (satu) hari, pelaku datang ke apotik tersebut dengan rencana dan membawa 1(satu) bilah golok sepanjang 45 cm bergagang/pegangan besi warna hitam, dibawa dari rumahnya dan diakui miliknya. Pelaku datang ke apotik tersebut sambil membawa golok yang disembunyikan di balik bajunya, dan pelaku bertemu dengan salah satu karyawan teman korban yang bernama Sidiq Abdurrahman, kemudian pelaku menanyakan keberadaan korban dengan basa Sunda,” Si Aa nu kamari kamana (Si Aa yang kemarin mana) ? dan dijawab “Ada”, tak lama korban Reza Firmansyah 25, datang dari dalam menuju ruang pelayanan dekat etalase dan bertemu dengan pelaku, kemudian langsung mengatakan kepada saksi korban dengan bahasa Sunda,” Tong balagu di kampung urang, ngomong teh cik jaga,” (Jangan belagu di kampung saya, dan ngomong yang sopan),” ucapnya.

Setelah itu, lanjut M Darmawan, selesai berbicara, pelaku mengeluarkan sebilah golok di balik baju, dan langsung pelaku membacok korban yang berhasil mengenai kepala bagian atas sebelah kiri 1 (satu) kali, kemudian korban mengeluarkan darah dari kepala dan dibawa masuk kedalam ruangan istirahat oleh saksi, lalu pelaku menyimpan golok tersebut di atas etalase dan direbut untuk diamankan oleh pemilik apotek Yusup Budiman, kemudian pelaku dikeluarkan dari dalam apotik tanpa membawa golok dan langsung diamankan pihak Kepolisian Polsek Rancasari yang sudah berada di TKP. Adapun barang bukti (BB) yang kami amankan, 1(satu) bilah golok dan baju kaos korban yang penuh dengan darah korban, jelasnya.

Berdasarkan fakta – fakta, dikuatkan adanya barang bukti dan hasil visum Et Repertum, maka perbuatan pelaku telah memenuhi unsur delik yang tercantum dalam pasal 351 ayat 1 KUHPidana, yaitu telah melakukan tindak pidana penganiayaan berat dengan menggunakan alat dan senjata tajam, dengan diancam pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan, pungkasnya.

Ipda Yayat Supriatna Kanit Reskrim menuturkan,” Dan pelaku merupakan Residivis dalam perkara 170 Jo 351, penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia pada tahun 2014, dan pelaku divonis 5 (lima) tahun penjara, yaitu bebas di tahun 2019. Namun ketika pelaku baru menjalani hukuman selama 3 (tiga) tahun, pelaku kemudian mengajukan bebas bersyarat (BB) pada tahun 2018, tambah Kanit Reskrim di tempat yang berbeda di Aula.

Pelaku (IS) mengaku,” Saya merasa kesal dengan pelayan apotik, ketika saya mau beli obat ALPRAZOLAM dan ESILGAN tidak dikasih, hingga saya punya rasa dendam kepada pelayan tersebut. Sehingga pada malam Kamis sekitar pukul 19.00 WIB, terbayang wajah si pelayan apotik itu, akhirnya saya nekad mendatangi ke apotik itu sambil membawa golok, hingga saya bacok orang tersebut,” aku pelaku pembacokan saat dikonfirmasi JayantaraNews.com.

(Jafar/Bit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here