BPI KPNPA RI: Apa Kabar Kasus Korupsi Dana Beasiswa Aceh ?

IMG_20190111_205132

JayantaraNews.com, Aceh

Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelanggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), mempertanyakan pengusutan kasus dugaan korupsi dana beasiswa Aceh Tahun Anggaran 2016/2017, yang melibatkan sejumlah oknum anggota DPRA. Hal ini dipertanyakan, sebab hingga saat ini, kasus yang pernah ditangani oleh Polda Aceh itu “LENYAP” bak ditelan bumi.

Sementara, para oknum anggota DPRA yang diduga terlibat perkara tersebut bebas “berkeliaran” dan mayoritas diantara mereka ikut mencalonkan diri kembali pada Pemilu Legislatif 2019 ini.

“ Kita sangat prihatin atas mangkraknya pengusutan kasus korupsi dana beasiswa yang melibatkan anggota legislatif di Aceh. Kepolisian Daerah (Polda) Aceh seharusnya transparan dalam  pengusutan kasus tersebut,” ujar Ketua BPI KPNPA RI Aceh Chaidir Hasballah, SE, yang didampingi Agus Chepy Kurniadi, selaku Kabid Investigasi BPI KPNPA RI, Jum’at (11/1/2019).

IMG_20190111_203516

Dikatakan Chaidir, “lenyapnya” kasus dugaan korupsi dana beasiswa Aceh dapat menjadi preseden buruk terhadap upaya pemberantasan korupsi di Aceh.

“ Harusnya semua institusi penegak hukum yang ada di Aceh segera menetapkan zona integritas bebas dari korupsi. Kami melihat hanya institusi TNI saja yang sudah menerapkan zona integritas ini,” kata Chaidir Hasballah.

Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi dana beasiswa mahasiswa Aceh berawal dari hasil pemeriksaan Inspektorat Aceh tahun lalu, yang kemudian dilaporkan kepada Gubernur.

Total bantuan biaya pendidikan yang telah disalurkan sebanyak Rp 19.854.000.000 kepada 803 mahasiswa yang bersumber dari APBA 2017. Hasil konfirmasi pihak Inspektorat Aceh terhadap 197 mahasiswa, mereka baru menerima Rp 5.209.000.000 dan masih tersisa (belum diterima) yaitu sebesar Rp 1.147.500.000. Dana sisa yang belum diterima mahasiswa itu hingga kini masih berada di tangan para penghubung.

Hasil temuan lainnya, salah seorang oknum anggota DPRA dari partai lokal berinisial IU disebut – sebut sebagai pihak yang paling getol melakukan pemotongan beasiswa untuk mahasiswa Aceh. Dan informasi ini telah diberitakan diberbagai media di Aceh pada 2018 lalu.

Dari 322 orang penerima biaya bantuan pendidikan Aceh tahun 2017, yang paling banyak melakukan pemotongan adalah IU melalui tim lapangannya yang dimotori oleh MK. Sementara pihak Inspektorat sudah memeriksa 60 orang penerima bantuan pendidikan Aceh bersumber dana aspirator dari IU. Bahkan, Kasus ini sudah pernah ditangani pihak Polda Aceh sejak tahun lalu, namun hingga kini belum diketahui tindaklanjutnya.

IMG_20190111_203615

Senada diungkapkan Agus Chepy Kurniadi, selaku Kabid Investigasi BPI KPNPA RI, yang juga Ketua PWO IN (Perkumpulan Wartawan Online) Independen Nusantara Jawa Barat ini, saat berkunjung ke Sekretariat BPI KPNPA RI Aceh. ” Kami akan tetap memantau sekaligus menelusur dimana letak kejanggalannya. Andaipun ada unsur bermain, kami tidak segan – segan menindaklanjuti kasus ini, sampai permasalahan tersebut clean and clear,” tegas Agus. (001)