Dunia Pendidikan Karawang KUSUT, Askun: Janji Politik Bupati Mana?

IMG_20190112_161823

Asep Agustian, SH, MH

JayantaraNews.com, Karawang

Pengacara kondang asal Karawang, Asep Agustian, SH, MH, menilai pungutan yang dilakukan pihak SDN Palumbonsari IV kepada wali murid sebesar Rp 150 ribu dengan alibi untuk membangun Ruang Kelas Baru (RKB) itu, sangat tidak wajar!.

“ Apapun bentuk dan ceritanya, sekolah itu memungut (sumbangan/red) dengan alasan apapun tidak dibenarkan,” katanya kepada media Jum’at (11/1/2019).

Menurutnya, saat Pemilihan Bupati (Pilbup) Karawang 2015 silam, pasangan Cellica-Jimmy berjanji akan memberikan jaminan pembiayaan pendidikan untuk semua penduduk Karawang sampai jenjang pendidikan menengah.

“ Janji – janji politiknya itu mana yang sudah disampaikan oleh Bupati sekarang. Apakah janji – janji itu sudah berjalan?, bukan tambah berjalan baik, malah ada kekisruhan dan kekusutan,” cetus Askun, sapaan akrabnya.

Askun juga menerangkan, kalau uang yang disepakati sebesar Rp 150 ribu dikalikan 600 wali murid tersebut itu tidak cukup untuk membangun RKB sebanyak tiga lokal.

“ Apakah itu, uang Rp 90 juta untuk membangun kelas atau ruang kepala sekolah ataupun ruang guru, jadi jangan sampai sumir ini pengertiannya. Sementara, pemerintah juga akan mencairkan uang Rp 200 juta,” tandas Askun.

Selain ditemukannya praktik sumbangan, Askun juga menyindir fenomena banyaknya permasalahan dunia pendidikan di Karawang. Seperti tanah sekolah yang belum bersertifikat milik pemerintah alias masih sengketa.

“ Sudah sekolah runtuh, sudah sekolah tanpa sertifikat, sudah banyak sekolah yang digugat. Eh, hari ini ketemu lagi sekolah mau ngebangun malah ada double anggaran yang diberikan oleh pemerintah dan juga memungut,” sindirnya. (001)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here