Kinerja Beberapa Pendamping Desa Di Pangandaran DIPERTANYAKAN!

IMG-20190108-WA0012

JayantaraNews.com, Pangandaran

” Beberapa pendamping desa di Kabupaten Pangandaran kurang efektif, baik secara kapasitas personaliti, maupun secara kelembagaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD),” ujar Kepala Desa Karangkamiri yang merangkap sebagai Ketua APDESI Kecamatan Langkaplancar, Aang kepada JayantaraNews.com, Senin (7/1/19).

Aang menjelaskan, pendamping desa itu dibentuk, untuk meningkatkan kapasitas, efektivitas, akuntabilitas, memfasilitasi serta membantu pemerintahan desa dalam merencanakan pembangunan desa agar berjalan dengan baik, sebagaimana yang sudah diamanatkan dalam Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014, tentang Desa.

” Namun selama ini diamati, beberapa pendamping jarang turun ke desa, kurang pengawalan dalam hal pembangunan, malah seolah – olah sibuk dengan urusan administratifnya. Misalnya, seperti minta tanda tangan kepala desa, memenuhi data untuk membuat laporan bulanan,” ungkapnya

Seharusnya, lanjut Aang, pendamping desa selalu mengawal, menggali potensi desa, mendampingi perencanaan pembangunan desa secara terukur, menggerakan masyarakat, dan melakukan pemberdaayaan masyarakat desa, sehingga desa bisa menjadi desa mandiri yang berdaya dan sejahtera, tuturnya.

Adapun, jenis pendampingan di desa, yaitu: Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP), Pendamping Desa Teknik Infrastruktur, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD), Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TA-ID), Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP), Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED), Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA-TTG) dan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD).
(Nana JN)