Lewat Ngamen, SBC Kumpulkan Belasan Juta Rupiah Untuk Korban Tsunami

IMG_20190107_152638

JayantaraNews.com, KENDAL

Bencana Tsunami Selat Sunda telah mengetuk kepedulian dari berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali Sedulur Boja Community (SBC).

Bersama sejumlah komunitas setempat, mereka melakukan penggalangan dana dengan “ngamen bareng”.

Aksi yang digelar selama dua hari hingga Minggu (6/1) sore di depan Mapolsek Boja, menampilkan band reggae Bojamaika dan Kesenian Angklung Bojakarta.

IMG-20190107-WA0204

Tak pelak, aksi itu mengundang perhatian para pengguna jalan. Namun tidak menimbulkan kemacetan berkat kesigapan Tim Polsek setempat yang turut mendukung penuh kegiatan ini.

Satmoko Ketua SBC, menyampaikan, melalui aksi penggalangan dana ini pihaknya ingin membangkitkan rasa kepedulian warga terhadap para korban benca. Dikatakannya, akibat tsunami di Selat Sunda beberapa hari lalu, telah menelan korban jiwa dan kerugian materiil yang tidak sedikit jumlahnya.

” Alhamdulillah, respon warga Boja dan sekitarnya sangat bagus. Hingga aksi ditutup kemarin sore dapat terkumpul dana sejumlah Rp 13.004.300, yang selanjutnya langsung kami serahkan kepada PMI untuk disalurkan kepada para korban,” terangnya.

Kapolsek Boja AKP Windoyo melalui Kanit Reskrim Iptu Budi Anton, SH, turut mengawal penuh menerjunkan personilnya selama kegiatan.

IMG-20190107-WA0203

Selain itu, tampak puluhan personil Banser, Komunitas Orari, Komunitas Bimmers Pantura, dan beberapa personil PMI berbaur membantu pelaksanaan penggalangan dana.

Fatchullah Akbar selaku pembina SBC menyampaikan terimakasih kepada para pihak yang telah mendukung kegiatan. Penerima penghargaan Man of The Year 2018 dari Lembaga Masyarakat Peduli Pariwisata (LEMPPAR) untuk bidang sosial ini berharap dari dana yang terkumpul dapat meringankan para korban.

” Jumlahnya mungkin tak seberapa dibanding kerugian yang dialami para korban tsunami di Lampung dan Banten. Namun yang terpenting dari kegiatan ini, adalah semangat kepeduliaan terhadap sesama yang perlu terus ditumbuhkan,” tegas CEO Jadda Nusantara ini.
(Sulhanudin)