Loading...

Polemik Pemilihan Wali Nanggroe, GAMPA WN Gelar Konsolidasi Akbar

IMG-20190123-WA0293

JayantaraNews.com, Banda Aceh

Delegasi Aktivis Mahasiswa Seluruh Aceh yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Aceh (GEMPA-WN), telah melaksanakan Konsolidasi Akbar di Anjongan Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, dengan pembahasan terkait polemik pemilihan Malik Mahmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe, Rabu (23/01/2019).

Delegasi yang hadir dalam rapat konsolidasi tersebut, terdiri dari Aktivis Perempuan Aceh Rahmatun Phounna (Presiden Mahasiswa Abulyatama), Maswadi perwakilan Mahasiswa Unimal, Mudasir Mahasiswa Universitas Teuku Umar Aceh Barat, Muchtaruddin Ketua DEMA Stain TDM, Eka Muliana perwakilan BEM Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bisnis (Stiapen) Nagan Raya, Husnul Jamil Ketua KMP Aceh Darussalam, Tahmidillah Ketua DEMA FTK UIN Ar Raniry, perwakilan Mahasiswa dari Politeknik Venezuela dan Mawardi Dari BEM STKIP Muhammadiyah Aceh Tengah.

Pertemuan tersebut melahirkan sebuah kesepakatan secara bersama, untuk mendesak DPRA agar mencabut mandat Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe. Mereka menilai, terpilihnya Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe tidak sesuai dalam Undang Undang Pemerintah Aceh yang termaktub dalam Undang Undang Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2013 atas perubahan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012, tentang Lembaga Wali Nanggroe sebagaimana disebutkan dalam pasal 70 ayat (1), bahwa Wali Nanggroe dipilih secara musyawarah oleh Komisi Pemilihan Wali Nanggroe yang dibentuk secara khusus, tetapi pemilihan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe tidak dihadiri oleh delegasi ulama di 23 kabupaten/kota yang ada di Aceh sebagaimana tercantum dalam komisi pemilihan.

GEMPA – WN akan menggalang kekuatan sebesar – besarnya untuk melakukan aksi demonstrasi di depan DPRA dengan menuntut :

1. Mendesak DPRA mengadakan sidang paripurna untuk mencabut mandat Malik Mahmud Sebagai Wali Nanggroe,
2. Mendesak BPK untuk mengaudit anggaran yang di Alokasikan kepada Lembaga Wali Nanggroe di bawah kepemimpinan Malik Mahmud,
3. Memperkuat Harkat Martabat Lembaga Wali Nanggroe,
4. Mendesak Waliyul Hadi untuk membentuk komisi pemilihan secara transparan.

Husnul Jamil, selaku Koordinator GEMPA–WN, mengatakan,” Kami sebagai Bangsa Aceh, kami berharap sosok Wali Nanggroe menjadi pemersatu Bangsa Aceh. Selain itu, Wali Nanggroe harus mampu memproteksi Tanah, Air, dan Kekayaan Alam yang ada di Aceh dari serbuan kapitalisme asing,” harapnya.

” Selanjutnya, Wali Nanggroe adalah orang yang paham Ilmu Agama, paham Fiqih Kontemporer dan Tafsir Kontemporer, selanjutnya Wali Nanggroe harus mampu menjadi garda terdepan dalam membangun Diplomasi Adat Lintas Regional, Nasional, dan Internasional. Terakhir, harapan kami, Wali Nanggroe harus memahami geopolitik Internasional,” tutup Husnul Jamil sebagai Koordinator GEMPA – WN. (Hendria)