Aktivis BRANTAS Minta Pemko Tanjungbalai Copot ASN Viral Perselingkuhan Di Sosmed

IMG-20190210-WA0326

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Hebohnya isu pembincangan yang mencuat viral dari pengakuan seoarang wanita MY (36) di akun Facebook miliknya, yang menceritakan tentang hubungan terlarangnya terhadap salah satu oknum Pejabat ASN di Kota Tanjungbalai NH, Minggu (9/2/2019), menjadi sorotan publik.

IMG-20190210-WA0328

Menyikapi hal tersebut, salah seorang penggiat pemuda di Tanjungbalai, melayangkan sikap kekecewaannya.

Salah satu aktivis lembaga pemuda Barisan Rakyat Anti Penindasan (BRANTAS TB-A), Martin Lase, SH
kepada wartawan, Sabtu (9/2/2019), menilai, bahwa Pemko Tanjungbalai lambat dan tidak tegas dalam mengambil sikap terhadap oknum Pejabat ASN yang melakukan kesalahan.

” Dalam hal ini, kami BRANTAS Kota Tanjungbalai, juga dengan masyarakat meminta kepada Pemko Tanjungbalai, supaya segera melakukan penyelidikan, agar permasalahan ini segera selesai. Dan jika memang hal ini benar terjadi, maka kami BRANTAS akan mendesak walikota, khususnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Inspektorat untuk melakukan tindakan yang tegas, yakni mencopot jabatan serta memberikan sanksi yang tegas sesuai prosedur yang diatur dalam Undang Undang kepada oknum PNS/ASN berinisial NH tersebut.

IMG-20190210-WA0327

” Jika hal ini tidak benar atau tidak dapat dibuktikan atas tuduhan terhadap NH, maka kami mendukung Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penindakan, supaya hal serupa tidak terjadi lagi,” pungkas Martin.

Walikota HM Syahrial, SH, MH saat dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya menuturkan,” Sudah dibentuk Pansus, dan hasilnya sama Inspektorat bang,” jelas Syahrial.

Diketahui, sebelumnya juga postingan akun Pemko Tanjungbalai pada 31 Januari 2019, sekira pukul 10.25 menuliskan, terkait berita yang sempat viral di medsos yang ditulis oleh seorang wanita yang kononnya mempunyai hubungan khusus dengan salah seorang kepala dinas.

Terkait hal tersebut, diserahkan kepada BKD dan Inspektorat Kota Tanjungbalai untuk mengusut kebenarannya. Hal ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti dan menunggu laporan disertai bukti dari pihak yang bersangkutan.

IMG-20190210-WA0329

Pemerintah Kota juga telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang terdiri dari BKD dan Inspektorat menindaklanjuti persoalan ini hingga tuntas, dan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan berita yang beredar.
(Eko Jn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here