Bangunan SMPN 3 Cimenyan Belum Layak! Pengurus RW 26 Tak Izinkan Aktivitas Belajar

IMG_20190211_121603

JayantaraNews.com, Cimenyan

Bah Dida, selaku Ketua RT 04, yang didampingi Rubensir, selaku Kepengurusan RW 26 Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, terkait akan diaktifkannya kegiatan belajar mengajar di SMPN 3 Cimenyan, angkat bicara!

IMG_20190211_140849

” Kalau mau diaktifkannya proses belajar mengajar di SMPN 3 Cimenyan, sebenarnya ngga akan kami izinkan. Karena meskipun itu masuknya ke RW 11, namun zona terdekat dan berhadapan-hadapan dengan lokasi sekolah adalah wilayah kami. Bukan berarti menghambat proses belajar mengajar, tapi terus nanti anak-anak pada mau kemana kalau mau buang air dll. Karena bangunan ini masih belum layak, dan jangan dipaksakan,” kata Abah, sapaan akrabnya, ditemui JayantaraNews.com, Minggu (10/2/19).

IMG_20190211_121820

” Mestinya yang paling utama, prioritaskan MCK dulu lah, toh bangunan gedung sekolahnya sebagian juga sudah selesai, ya tinggal dilengkapi dengan fasilitas MCK,” imbuh Abah.

” Masa anak-anak mau buang air saja mesti lari ke kali,” ditambahkan Rubensir.

” Rancunya lagi, sisa material berupa bata kurang lebih 3000 an, kok malah dijual ke Kepengurusan RW 26, kayu-kayu (kaso) katanya malah dijual ke tukang kerupuk. Mestinya kan bisa dimanfaatkan buat keperluan MCK. Bukan malah dijual. Kaca jendela juga yang 3 mm, layaknya ya yang 5 mm lah,” ujarnya lagi.

IMG_20190211_122207

Senada diungkapkan Panut, selaku Bendahara RW 26 Kelurahan Cibeunying, Cimenyan. Dia mengungkapkan,” IMB, izin tetangga, kekurangan perlengkapan lain mestinya dibenahi dulu. Lah ini, Ketua RW 26 pun sampai belum menandatangani izin lingkungan, bagaimana prosedurnya mau dipakai..,” urai Panut, yang juga salah seorang anggota Satpol PP Kota Bandung itu.

Ditanya soal dijualnya sisa material (bata merah) sekitar 3000 biji ke kepengurusan RW 26, Rajiman, selaku Ketua RW 26 Kelurahan Cibeunying membenarkan.

” Iya, sekitar 3000 biji dibeli sama kepengurusan RW 26. Saya minta kwitansinya, namun sampai saat ini belum diberikan. Karena ini menyangkut uang kas warga. Jangan sampai saya dipertanyakan warga. Baru saya bayar 1,5 dan masih kurang Rp 500 ribu lagi. Karena minta 2 juta,” aku Raji.

IMG_20190211_122457

IMG_20190211_122542

IMG_20190211_123038

Pantauan Tim JayantaraNews.com setelah mengecek ke lokasi langsung, Senin (11/2/19), nyatanya bukan hanya kerancuan di MCK saja, namun hampir keseluruhan bangunan tersebut dalam sambungan atap Bondeknya tidak sesuai aturan. ” Ngga nyambung dan ngga saling tumpang tindih satu sama lain. Malah berjejeran antar sambungan, ya gimana mau ngga banjir kalau hujan datang. Masa bangunan baru udah pada merembes dan banjir..?,” ungkap Agus Chepy dari Media Online JayantaraNews.com.

IMG_20190211_122733

” Bahkan untuk septic tank saja baru dibuat, itupun konon katanya hasil kolektif para guru,” imbuh Agus.

Sampai berita ini diturunkan, Tim JayantaraNews.com belum menghubungi pihak-pihak terkait.

BERSAMBUNG…!!!