Lawang Darurat Sampah

IMG-20190211-WA0297

JayantaraNews.com, Lawang

Aksi demo massa dilakukan warga Kalibiru, Turirejo Lawang, sebagai buntut kegeraman atas masalah sampah di lingkungan mereka.

Sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Lawang ini, sudah berminggu-minggu menumpuk di depan gang mereka.

IMG-20190211-WA0298

Bau gas sampah itu masuk ke rumah-rumah warga sampai radius ratusan meter, bahkan belatung sudah berjalan merambat sampai depan rumah warga.

Bukan hanya itu, berita masalah sampah ini viral di beberapa grup facebook di Malang Raya.

Sangat disesalkan, banyak pujian tentang nama besar Pasar Lawang ini ternyata merugikan warga sekitar.

Selain sampah, warga juga mengeluh akses Jalan Sumbersuko yang ditutup pedagang di atas jam 2 siang. Truk sampah harus berjalan mundur karena agak siang sedikit akses ditutup pedagang.

Aksi kali ini diikuti puluhan warga Kalibiru juga diikuti beberapa warga Lawang. Mereka menutup akses ke TPS sehingga petugas Dinas Lingkungan Hidup tidak dapat mengangkut sampah.

” Kita tutup TPS ini sampai ada kejelasan komitmen dari Muspika dan pihak terkait dalam menangani sampah,” kata Achmad Junaidi, koordinator aksi.

Warga Kalibiru ini membuka fakta, bahwa kasus terbanyak TBC di Lawang adalah di Kampung Kalibiru, selain itu beberapa anak lahir dalam keadaan berkebutuhan khusus yang disinyalir juga akibat kurangnya kebersihan lingkungan.

” Gas yang dihasilkan sampah membuat dada terasa panas, beberapa warga yang sakit  mengungsi ke luar kota karena tidak tahan bau sampah,” kata Junaidi kembali.

Akhirnya, setelah negoisasi antara warga, Muspika, Dinas Pasar serta Dinas Lingkungan Hidup, akhirnya warga sepakat membuka akses ke TPS.

” Kami berjanji 2 hari lagi paling lama, kita akan duduk bersama semua pihak yang berkaitan dengan sampah ini akan kita ajak duduk bersama mencari solusi,” ujar Danramil Lawang.

Dan setelah dibuka, akhirnya pukul 14.30 tumpukan sampah di TPS Pasar Lawang sudah terangkut semua.

” Sungai kita penuh sampah, warga bingung mau buang sampah kemana. Bagaimana kita mau tingkatkan wisata di Lawang, kalau mengatasi sampah saja tidak bisa. Lawang Darurat Sampah !!!,” pungkas Junaidi. (John/Isn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here