Loading...

Rapat Perubahan Nama Bandara Ditunda, Kasta NTB: Ada Tekanan Politik Hantu

IMG-20190211-WA0068

JayantaraNews.com, Sumbawa

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebelumnya telah mengeluarkan surat undangan pertemuan perubahan nama bandara. Namun dengan pertimbangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April mendatang, pertemuan yang mestinya digelar, hari ini, Senin (11/2) ditunda.

“ Setelah kita kaji dan masukan dari berbagai pihak, kami pastikan untuk ditunda demi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019,” ungkap Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Drs HL Syafi’i, MM, Minggu (10/2) malam.

Syafi’i menjelaskan, menunjuk pada undangan Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB tertanggal 8 Februari 2019, Nomor 005/111/II/BKBPDN/2019 perihal undangan dalam rangka menyikapi terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor KP 1421 Tahun 2018 itu ,ditunda sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pihaknya mengaku hanya bertugas memfasilitasi masyarakat, untuk mencari jalan keluar atas rencana pergantian nama bandara itu dalam nuansa yang kondusif. Yang jelas, lanjutnya, Bakesbangpoldagri tidak berani memaksakan realisasi isi SK Menhub, tetapi pihaknya mengacu pada isi SK yang menyatakan, bahwa pemerintah daerah diberikan kesempatan selama enam bulan pasca diterbitkan SK, untuk rembuk di tataran masyarakat.

Sementara, pendiri LSM Kasta NTB Muhanan yang mengatakan, kalau penundaan ini sangat memalukan dan menunjukkan sikap sembrono dalam mengeluarkan edaran.
Menurutnya, alasan penundaan tidak jelas.

“ Apakah takut didemo atau ada tekanan politik dari hantu,” katanya. (Zi Jn)