Pemkab Sumbawa Salurkan Pupuk Bersubsidi Kepada Para Petani

IMG-20190313-WA0106

JayantaraNews.com, Sumbawa

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, melalui Dinas Pertanian telah menyalurkan pupuk bersubsidi beragam jenis untuk tanam musim hujan kepada para petani. Sementara distribusi yang telah dilakukan hingga saat ini ketersediaannya cukup aman.

Kemudian, saat ditemui awak media, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Talifuddin mengungkapkan, bahwa ketersediaan quota pupuk bersubsidi saat ini untuk Kabupaten Sumbawa sebanyak 52.796 ton. Terdiri dari pupuk urea 30.402 ton, NPK 14.774 ton, ZA 4.584 ton, SP-36 834 ton, dan organic 2.202 ton. Namun yang sudah direalisasikan hingga bulan Januari sebanyak 9.042,93 ton. Diantaranya, urea 5.956,35 ton, NPK 2.383,45 ton, ZA 479,45 ton, SP-36 102,40 ton, dan organic 121,28 ton. “ jadi, jumlah pupuk bersubsidi yang telah terealisasikan hingga Januari sebanyak 9.042,93 ton,” katanya.

Sementara, dari penyaluran yang sudah dilakukan, sisa quota yang tersedia sebanyak 43.753,07 ton. Jumlah tersebut masih cukup banyak. Apalagi dari pengecekan, untuk sementara di setiap pengecer masih terdapat persediaan.

” Kalau dilihat dari yang sudah direalisasikan, sisa quota pupuk subsidi masih banyak. Nanti di MK 1 itu baru pake sebagian. Yang paling banyak di MH bulan November atau Desember. Itu tempat banyaknya. Sekarang untuk sementara tersedia. Sudah di monitor di pengecer juga masih tersedia,” ulasnya.

Jika dilihat permintaan dalam RDKK, petani mengusulkan 250 kilogram perhektar. Tentunya jika dilihat dari quota yang diberikan,  pembagiannya tidak bisa diberikan sesuai dengan permintaan yang ada. Karena nantinya akan ada yang tidak mendapatkan. Makanya pihaknya berupaya supaya petani mendapatkan pupuk bersubsidi ini.

” Subsidi pemerintah segitu, walaupun RDKK 250. Kalau ada  yang dikasih sampai 250, berarti ada yang tidak dapat. Sekarang kita  kontrol itu bagaimana supaya mereka dapat semua”.

Sekarang ini, lanjutnya, selain pupuk bersubsidi, juga ada pupuk non subsidi. Dimana pihak swasta menyediakan pupuk non subsidi tersebut yang harganya lebih mahal dari subsidi. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kemungkinan terjadi kekurangan. “ Kan sekarang juga ada pupuk non subdsidi untuk mengantisipasi mungkin ada kurang. Kalau mampu bisa beli. Ada tempat dibeli,” sebutnya.

Pihaknya berharap kepada petani agar tidak berlebihan dalam menggunakan pupuk dan mengikuti teknis yang disampaikan PPL. Selain itu, jika ada yang mengatakan puppuk terbatas, agar disarankan untuk menghubungi pihaknya supaya segera ditindaklanjuti. Dimana untuk sementara ini, di setiap pengecer masih tersedia. (Dhy Jn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here