Soroti Pembangunan Pasca Gempa, IKMA NTB-Jakarta Selenggarakan Diskusi Publik

IMG-20190314-WA0021

JayantaraNews.com, Jakarta

Ikatan Mahasiswa NTB Jakarta menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema: “NTB Dalam Semangat Pembangunan, NTB Bangkit, NTB Gemilang”, di Jakarta (10/03/19).

Sahroel, Ketua umum IKMA NTB-Jakarta menyampaikan, bahwa diskusi ini adalah untuk menyoroti kritis pembangunan NTB di bawah kepemimpinan Gubernur baru Dr Zulkieflimansyah, dimana setelah terpilihnya gubernur baru, NTB khususnya Pulau Lombok ditimpa bencana gempa yang luar biasa.

Bukan hanya bangunan yang hancur, tetapi juga mental dan jiwa masyarakat pun ikut terpuruk dengan adanya bencana gempa tersebut.

IMG-20190314-WA0022

Maka dari itu, NTB dalam Semangat Pembangunan dan NTB Bangkit ini menjadi penting untuk didiskusikan secara berkala oleh semua stakeholder, khususnya juga teman-teman mahasiswa sebagai agen of social control, dalam rangka mengawal pembangunan-pembangunan di NTB terlebih bangunan serta infrastruktur yang telah hancur oleh bencana, ucap Sahroel dalam sambutannya.

Disatu sisi, kami juga ingin menyampaikan kritik kepada Gubernur NTB, bahwa Pemerintah Provinsi NTB tak boleh hanya terlena dengan program mengirim mahasiwa NTB ke luar negeri, meski itu baik untuk persiapan SDM yang berdaya saing dan kompetitif, tapi di sisi lain pemerintah juga harus memperhatikan hal-hal pokok yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat NTB, seperti masalah penuntasan kemiskinan disertai penurunan angka pengangguran, masalah TKI/TKW, dll, tegas Sahroel yang juga Ketua PMII Jakarta Selatan dalam acara diskusi ini.

Adi Baiquni, Pengurus DPP KNPI, yang turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi ini pun menjelaskan, bahwa terkait NTB Gemilang, menurutnya NTB Gemilang adalah fiksi, semisal: apakah dari buruh tani ke petani, penjahit konvensional ke penjahit modern, atau kah seperti apa? Lalu terkiat tagline ulang tahun NTB kemarin, yakni NTB Bangkit?, masyarakat itu tidak perlu disuruh bangkit karena masyarakat dengan sendirinya akan bangkit, baiknya yang harus digaungkan adalah percepatan dan pemerataan pembangunan, tutur pria yang juga politisi Golkar ini.

Selanjutnya, narasumber yang lain putra dari Lombok Barat saudara Daud Gerung yang kini Ketua Umum PMII DKI Jakarta, juga menyampaikan pandangan terkait pembangunan infrastruktur, bahwa pembangunan infrastruktur memang urgent, tapi kalau itu tidak mempertimbangkan lokal wisdom (Kearifan lokal) maka akan sia-sia, ujar dia.

Dan diskusi semacam ini juga diharapkan akan terus dilakukan sebagai bagian untuk terus mengawal dan mengontrol roda serta jalannya pemerintahan, umumnya di NTB. (Zi Jn)