Anggota MRP Desak Pemerintah Revitalisasi Hak Rakyat Papua

IMG_20190421_130951

JayantaraNews.com, Jayapura

Maraknya money politica dalam Pemilu 2019 kali ini, salah seorang anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) angkat bicara!

Pada Sabtu (19/04/2019), Ia mendesak Bawaslu RI, KPU dan Pemerintah Pusat, agar segera mengevaluasi ulang adanya hak rakyat Papua. Pasalnya, banyak pelanggaran atas UU Nomor 21 dan itu membuat rakyat Papua mulai marah.

IMG_20190421_131053

Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Pokja Adat, Herman Yoku, S.Ip

Hal ini disampaikan oleh Herman Yoku, S.Ip, kepada sejumlah awak media.

Ia sangat kecewa atas realisasi Pemilu di daerah Papua. ” Saya anggota resmi dan ada SK, bertugas keliling di seluruh daerah, mulai dari TPS ke TPS lainnya. Dari distrik ke distrik, guna memantau prosesi Pemilu yang jurdil. Namun, politisi yang dipilih rakyat Papua bukanlah orang Papua,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah pusat segera merivitalisasi adanya hak mutlak rakyat Papua. Ia meminta Bawaslu dan KPU segera menyampaikan hal ini ke pemerintah, agar kemarahan rakyat Papua tidak berkepanjangan. ” Dalam UU No 21 sangat jelas. Kami rakyat Papua jangan dipaksa untuk memilih calon dari luar daerah, itu melanggar hak,” tandasnya.

Dari kelompok kerja (pokja) adat, Herman Yuko juga sangat menyayangkan adanya pembiaran atas para calon legeslatif (caleg) yang dengan jelas mengandalkan materi dengan membeli suara rakyat. Para politisi sangat jelas melakukan money politic atau politik uang, sehingga suara yang didapat bukan suara murni rakyat Papua.

IMG_20190421_131136

” Kami tidak mau bermain-main. Jadi jangan macam-macam, baik Bawaslu, Jaksa, Polisi dan penegak hukum lainnya. Jangan coba-coba menghilangkan barang bukti. Siapapun presiden terpilih, kami akan terima. Tapi, terkait money politic, jangan macam-macam. Itu menciderai demokrasi, kami sudah laporan,” pungkasnya.

Sekadar diektahui, dua distrik di kota Jayapura dilakukan pencoblosan susulan akibat logistik lambat tiba di lokasi (TPS). Bahkan, di tengah carut marutnya penyelenggara Pemilu ini, banyak ditemukan money politic, sehingga MRP dari Pokja adat, Herman Yoku, SIP, angkat bicara. Sekitar 33 TPS di Kelurahan Wahno, nyoblos hari Kamis (18/04). (Basri Yeri Max)