2 Tahun Jembatan Rusak Pasca Gempa, Pemkab LOTIM Seakan Tutup Mata

IMG-20190515-WA0078

JayantaraNews.com, Lotim

IMG-20190515-WA0077

Sungguh miris dan sangat prihatin melihat kondisi jembatan yang rusak pasca gempa badeng yang terjadi dua tahun silam.

Gempa yang mengakibatkan jembatan rusak, yang merupakan satu-satunya akses masyarakat untuk melakukan aktivitas, nyatanya rusak parah. Dan kini hanya bisa dilalui oleh para pejalan kaki dan sepeda motor. Itu pun setelah diperbaiki atas inisiatif warga sendiri.

Meski hanya menaruh beberapa balok kayu dan papan, namun bisa dilewati oleh para pengguna jalan yang melalui jembatan tersebut.

Udin, salah seorang pengguna jalan mengungkapkan,” Saya bingung Pak! Apa masalahnya, sehingga sampai saat ini jembatan ini belum diperbaiki?

” Mungkinkah sudah ada dananya terus sudah habis dikorupsi oleh para oknum di atas? Apa mau menunggu korban lebih banyak lagi, baru pemerintah mau memperbaikinya..?.”

IMG-20190515-WA0076

” Sudah sering kali terjadi orang jatuh, dan rata-rata korbannya parah, ada yang patah tulang, bahkan sampai ada yang meningal dunia akibat rusaknya jembatan,” keluh Udin dengan nada kesal.

Sementara itu, Zulkipli, selaku Kepala Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, melalui JayantaraNews.com mengungkapkan,” Selama ini telah berbagai upaya dilakukan untuk menangani permasalahan ini. Kami selalu berkordinasi dengan instansi dan kepala dinas terkait yang pada waktu zaman pemerintahan Ali BD (mantan bupati). Namun tidak pernah ada kejelasan mengenai masalah ini. Karena di masa itu juga lagi terjadi masa transisi lantaran sedang bergejolak nuansa politik akhir jabatan bupati dan wakil bupati serta akan meyelenggarakan Pilkada di Kabupaten Lombok Timur,” jelas kades.

Disampaikan juga, bahwa di masa pemerintahan bupati yang sekarang (Sukiman Azmi), dirinya berupaya menemui Kadis PUPR dan Dispenda, namun tetap belum ada kejelasannya. Akhirnya kami berinisiatif dan memberanikan diri langsung menemui bupati, guna mengkordinasikan permasalahan tersebut, karena dirasa tidak pernah ada kejelasannya. Selain itu, melalui Kabag Umum disampaikan, bahwa masalah ini harus menunggu persetujuan pusat, karena anggaran yang kita gunakan adalah anggaran pusat, tidak diperbolehkan memakai Dana Anggaran Daerah, katanya.

Sunguh meprihatinkan keadaan masyarakat kami, sebagai dampak dari kerusakan jembatan tersebut sangatlah berpengaruh, dikarenakan jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk bagi warga yang tinggal di seberang, yakni Kampung Peleba menuju Lungkak Desa Ketapang Raya. Dan hal ini berdampak pada tidak  lancarnya perekonomian serta pendidikan dan kesehatan, urainya.

Informasi terakhir, sang kades sudah mulai lega karena ada kejelasan, bahwa pada bulan Juni 2019 mendatang, jembatan tersebut sudah mulai dikerjakan. (Nu Jn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here