Loading...

Sidang Gugatan Perdata Di PN Bale Bandung, Seperti Menggugat Angin

IMG-20190522-WA0041

JayantaraNews.com, Kab Badung

IMG_20190523_162208

Sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri Bale Bandung Kelas 1A, berlangsung dimana selaku tergugatnya adalah Cuncun Wijaya, Kantor Kelurahan Jelekong, Kantor Kelurahan Manggahang, Kantor Kecamatan Baleendah dan Kantor BPN Soreang.

Baca berita terkait: Sidang Gugatan Tanah Di PN Bale Bandung Terkesan Unik & Dipaksakan – http://jayantaranews.com/2019/05/sidang-gugatan-tanah-di-pn-bale-bandung-terkesan-unik-dipaksakan/

Gugatan perdata atas kepemilikan tanah yang berlokasi di Jalan Raya Siliwangi Baleendah itu, selalu ditunda dan seakan tidak jelas sidangnya dari jadwal yang sudah ditentukan, terlihat dari sering molornya gelaran sidang.

Entah apa yang terjadi, sehingga sidang harus ditunda dan ditunda, seolah disengaja saja tanpa ada penyelesaian.

Selain itu juga, tergugatnya termasuk SKDP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung, yaitu BPN, Pemerintah Kecamatan Baleendah, Pemerintah kelurahan Manggahan dan Pemerintah Kelurahan Jelekong, jelas menjadi tanda tanya besar.

Padahal secara logika, tanah yang digugatnya pun tanah hak milik orang lain, dan tanah tersebut sudah menjadi akta jual beli, bahkan bukti pembayaran PBB nya pun atas nama orang pemilik tanah tersebut.

Lantas, gelaran sidang yang selalu ditunda-tunda oleh PN Bale Bandung itu sidang perdata apa?, dimana Ketua Hakimnya seorang Kepala PN Bale Bandung.

Bila dilihat dari kronolagis asal usul tanah yang sekarang diperkarakan di PN Bale Bandung Kelas 1A, seakan sidang itu memperebutkan angin yang objeknya masih gaib.

Salah satu yang harus dicermati adalah, bahwa tanah-tanah yang digugat adalah tanah yang sudah mengantongi AJB, sedangkan yang disodorkan ke PN Bale Bandung dalam persidangan adalah girik, atau letter C, apakah ini tidak berbalik?, kalau tanah yang sudah menjadi AJB tidak mungkin berbalik ke letter C lagi.

Maka dari itu, patutlah ditinjau kembali dalam kasus perdata di PN Bale Bandung, karena terkesan dipaksakan dan rancu.

Maka dari itu, perlulah adanya pengawasan dari berbagai pihak, dalam pelaksanaan sidang perdata yang selalu digelar pada hari Rabu, dan sidangnya terus ditunda-tunda tanpa ada kepastian yang jelas. (Tim JN)

Loading...