Loading...

Sikapi Penanganan Kasus Penganiayaan, Kanit Reskrim Polsek Cibeunying Kaler Angkat Bicara!

IMG_20190612_151417

Gambar Ilustrasi

JayantaraNews.com, Cibeunying Kaler

Soal kasus dugaan penganiayaan terhadap Asep Saepullah (15) korban penganiayaan, warga RT 003/RW 013 Cukang Kawung, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, oleh pelaku inisial NN, yang sampai saat ini masih belum adanya tindakan oleh pihak penegak hukum Polsek setempat, masih jadi gunjingan warga. Bahkan ditengarai, bahwa si pelaku masih berlenggang dengan enaknya.

Menyikapi persoalan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Cibeunying Kaler IPDA Cecep M Taslim angkat bicara!

Baca berita terkait:

Pelaku Penganiayaan Masih Berkeliaran, Laporan Ke Polsek Cibeunying Kaler Belum Ada Tindakan! – http://jayantaranews.com/2019/06/pelaku-penganiayaan-masih-berkeliaran-laporan-ke-polsek-cibeunying-kaler-belum-ada-tindakan/

Ditemui JayantaraNews.com, Rabu (12/6/19), di ruang kerjanya, Kanit Reskrim Polsek Cibeunying Kaler IPDA Cecep M Taslim menuturkan. ” Beberapa hari setelah lebaran, baru diperiksa, di BAP si korban, namun saksi-saksinya pun belum ada. Dipanggil waktu itu pun ngga datang. Sementara, karena keterbatasan aturan, kita pun tidak bisa menetapkan begitu saja. Apalagi kalau dilihat secara kasat mata, pasal yang dilaporkan 352 KUHP, kecuali menunggu hasil visum, bisa kita naikan ke 351 dan bisa langsung tangkap. Saksi belum ada, korban pun baru kemarin diperiksa,” papar Cecep.

IMG-20190612-WA0041

” Mekanisme yang membuat kita tidak bisa langsung tancap gas!,” terang Cecep.

Sementara, saat ditanya perihal pengrusakan yang dilakukan kakak pelaku (IW), sebelum terjadinya kasus dugaan penganiayaan, Cecep pun membenarkan.

” Pengrusakan dulu memang, dalam keadaan mabuk. Bisa pasal berlapis kalau bisa dibuktikan!.”

‘ Dalam kasus dugaan penganiayaan ini, yang menangani unit 3, syukur-syukur ada yang bisa membantu, tanpa dipanggil bisa dihadirkan semua. Jangan di lama-lama. Kalau bisa hari besok (Kamis),” tandas Cecep.

Emi Suhaemi, orangtua korban penganiayaan mengungkapkan.  ” Saya ingin hukum ditegakkan. Kalau tidak berlindung kepada hukum, terus mau kemana lagi,” ungkap Emi, kepada  JayantaraNews.com.

” Semoga kasus ini cepat tertangani,” tutup Emi, orang tua korban. (Tim)