Loading...

Mantan Caleg DPRD Agam, Tewas Ngambang Di Kolam Pembibitan Ikan Nila Tanjung Raya

IMG-20190716-WA0095

JayantaraNews.com, Agam

Salah seorang mantan calon legislatif (caleg) DPRD Agam periode 2019-2024 yang diketahui kalah dalam berkompetisi, pada pukul 13:00 WIB ditemukan tewas mengambang di kolam pembibitan ikan nila di Kawasan Baru Carano Limau Hantu, Jorong Lubuak Anyia, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Senin kemarin (15/7/2019).

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya korban Adrami (52) warga Labuah Tunggang Jorong Lubuak Anyia, Nagari Bayua, yang ditemukan mengambang di dalam kolam ikan tersebut.

IMG-20190716-WA0100

Dari keterangan pihak keluarganya, korban memiliki riwayat penyakit hati (lever) sejak beberapa tahun belakangan ini, diduga sementara penyakit itulah yang membuat korban meninggal.

Penemuan mayat yang mengambang di kolam ikan tersebut, sempat membuat warga setempat geger, dan berdatangan ke lokasi untuk menyaksikannya.

Pihak Kepolisian yang datang setelah mendapatkan informasi adanya penemuan mayat, langsung mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas terdekat.

Setelah jasad korban dibersihkan, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Informasi yang dihimpun adanya penemuan mayat itu, berawal dari salah satu warga bernama Wan (38), hendak pergi memberi makan ikan miliknya di keramba yang berada di Danau Maninjau.

Di tengah perjalanan ke arah kolam bibit ikan nila milik warga sekitar, ia melihat adanya sesosok orang yang mengambang telentang di tengah-tengah kolam ikan.

Kemudian Wan merasa penasaran dengan sosok yang ada di dalam kolam tersebut, ia lalu mendekati kolam ikan, dan mencoba memanggil orang yang mengambang itu, namun ternyata tidak bergerak sama sekali menyaut panggilan Wan, ia curiga telah terjadi sesuatu pada orang yang mengambang itu, Wan kemudian menghampiri lebih dekat, namun kenyataannya orang yang ada di dalam kolam sudah tidak bergerak sudah meninggal.

Wan berlari ketakutan dan sembari berteriak kepada para petani yang berada di area pesawahan, mendengar teriakan Wan para petani tersebut langsung berlarian ke lokasi kolam bibit ikan untuk melihatnya. Petani menolong korban sudah dipastikan tidak bernyawa.

Dari salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian, kemudian melaporkannya kepada Polsek Tanjung Raya dan ke Polres Agam.

Tak lama kemudian, Polisi bersama tim identifikasi datang ke lokasi melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban tersebut.

Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi melalui Kasat Reskrim Iptu M Reza mengatakan melalui JayantaraNews.com terkait penemuan mayat di kolam, pihaknya sudah melakukan upaya Kepolisian dan sudah mengetahui identitas korban, tuturnya.

Jasad korban akan dibawa ke Puskesmas Maninjau untuk dilakukan visum luar memastikan ada atau tidaknya kejanggalan terkait kematian korban.

” Dari pengecekan yang dilakukan tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka aniaya pada tubuh korban. Setelah identitas korban diketahui, kita berkoordinasi dengan pihak nagari agar bisa memberi tahu pihak keluarganya. Keluarga sudah datang dan sudah kita mintai keterangan,” ulas Iptu M Reza.

Iptu M Reza menambahkan, dari riwayat kesehatannya, korban mengalami penyakit lever. Atas permintaan keluarga, jasad korban tidak dilakukan outopsi, dan hanya dilakukan visum luar, kemudian jasad korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Menurut keluarga Adrami, ikhlas atas meninggalnya korban dan keluarga merasa tidak ada kejanggalan. Terkait penolakan outopsi, keluarga korban sudah membuat surat pernyataan bahwasanya meninggalnya korban tiada ada menyangkut siapapun, ucap mereka.

Menurut Ketua KPU Agam Riko Antoni menuturkan bahwa Adrami korban yang ditemukan meninggal dunia di dalam kolam bibit ikan pada Senin siang tersebut, merupakan salah satu calon anggota DPRD Agam tahun 2019-2024 dari Partai Berkarya.(ZUL)