Loading...

Pesan 11th Anniversary Of ULD Pusat & DKI Jakarta: Semarak Gabungan Olahraga & Tari

IMG-20190714-WA0096

Ket: Ny Triesna Jero Wacik, Ketua Dewan Pembina d’ULD Nasional

 JayantaraNews.com, Jakarta

IMG-20190714-WA0087

Untaian dari gabungan acara yang cukup kental bernuansa halal bihalal dengan suasana gathering bertajuk 11th Anniversary of ULD (Universal Line Dance – d’ULD) ini, dihelat oleh d’ULD Pusat berkolaborasi dengan d’ULD DKI Jakarta. Tempatnya di Eka Ria Restro Jl KH Zainul Arifin No 21A-23 Petojo Utara (13 Juli 2019).

Acara ini, sejak dibuka pada 10.00 WIB pagi hingga berakhir pada sore hari, praktis penuh suasana meriah. Yang menarik lainnya, hadir 17 rombongan sebagai representasi dari pengurus wilayah di tingkat provinsi di tanah air.

IMG-20190714-WA0092

Boleh dikata, hari itu ratusan member dari berbagai Komunitas d’ULD se tanah air berawal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Maluku, tumpah ruah merayakan keberadaan 11 tahun d’ULD berkiprah di tanah air.

“ Benar, bukan generasi kami saja yang sudah sepuh, mengisi kegiatan d’ULD yang intinya penuh kegiatan olahraga dan tari, generasi muda pun kini banyak terlibat. Dasarnya kan, ini dari tarian tradisional seperti Poco-poco, Serampang Dua Belas, dan lainnya,” papar Lucy Sujadi, Ketua Umum ULD yang masih tampak gesit padahal usianya sudah tergolong menjelang sepuh di generasinya.

Lucy pun menambahkan kala ditanya mengapa masih aktif berorganisasi di usia senja ini?:

“ Justru itulah, berkat terus aktif hampir 3 periode, yakni 3 tahun per periode. Karena d’ULD itu dasarnya kan sport activities digabung dengan dancing. Jadinya, kami-kami ini bersemangat terus. Semangat ini, kami tularkan ke yang lain.”

IMG-20190714-WA0100

Olahraga & Tari, Harmonisasi

Sementara itu, tokoh wanita di kalangan d’ULD yang punya nama lengkap Ans Kardy Arief yang mengaku kelahiran 1941, aktif berorganisasi di d’ULD, menurutnya, sebagai sebuah keharusan.” Banyak manfaatnya, selain menjadikan kita tetap segar bugar, berpandangan optimis dan bergaul dengan semua kalangan, juga biasanya akan menambah wawasan. Ini penting untuk segala usia, mengikuti kegiatan olahraga dan tari-menari seperti yang ada di Serampang Dua Belas, Poco-poco, maupun Kajojo milik bangsa kita.”

Masih di sela-sela acara yang padat dan meriah di Eka Ria Resto yang berfasilitas cukup memadai karena dapat menampung para penari hingga 100 orang lebih, hadir belakangan Ketua Dewan Pembina d’ULD, Triesna Jero Wacik. Triesna yang senang berorganisasi, masih tampak gesit walau usianya sudah lebih dari setengah baya. Kepada redaksi, ia menyatakan sangat menyambut gembira keberadaan ‘dULD di tanah air hingga usia ke-11 ini:

IMG-20190714-WA0102

“ Bersama kawan-kawan dulu merintis komunitas ini, sempat mengalami masa-masa pasang surut. Namun, kini saya dengar sudah ada 17 kepengurusan di tingkat provinsi. Ini menggembirakan, berarti ada keberlangsungan,” ujarnya sambil menambahkan –“ Saya dengar beberapa kejuaraan d’ULD tingkat nasional dan internasional juga sekarang lebih sering dilaksanakan atau kita ikuti. Ini sangat bagus untuk memacu, anggota terus berprestasi.”

Sementara itu ‘Sang Tuan Rumah’ yakni Mia Sutanto selaku Ketua d’ULD DKI Jakarta, di tengah kesibukan mengatur acara, walaupun kerap terlihat wara-wiri di seantero gedung Eka Ria Restro yang cukup luas serta dipadati pengunjung, di akhir acara menyatakan rasa puasnya:

“ Dari sekedar Happy Birth Day d’ULD ke 11 ini, saya pribadi merasa lega, ternyata ke 17 perwakilan d’ULD dari 17 Provinsi tadi sempat bertemu secara khusus membahas perkembangan dan program kerja mereka untuk kemajuan d’ULD se tanah air,” ujarnya dengan menambahkan –“ Ini kan bagus, anggaplah ini semacam rakernas yang semi in formal. Kami kan jarang-jarang bertemu dalam forum besar setingkat nasional. Untuk kebaikan bersama, tadi sempat dibahas program lanjutan nasib pegiat d’ULD di Indonesia.”

Apa kata para tokoh ?

Turut memeriahkan helatan d’ULD ke-11 ini hadir diantaranya Henidar Amroe yang kondang di tanah air sebagai peragawati dan model era 1980-an, lainnya ia pun dikenal pula sebagai pesinetron dan pemain film. Kepada redaksi ia menghadiri helatan ini: ” Ya, saya sebagai Ketua MT Nurjannah sajalah…,” ujarnya dengan nada low profile tanpa meninggalkan kesan anggun dengan busana hijab yang dikenakannya.

“ Saya hadir atas undangan rekan-rekan saya di sini cukup banyak. Kaget ya, perkembangan kepesertaan d’ULD sungguh pesat. Saya dengar, ada di lebih dari 10 provinsi. Ini kegiatan yang bagus, menggabungkan olahraga dan tari-menari yang banyak berakar di tarian tradisional kita. Saya kira, ini adalah ajang silaturahim yang baik bagi semua kalangan.”

Lainnya, tokoh lokal dari Kota Hujan Bogor, yakni Bob Hendrik Hage yang dalam beberapa tahun ini didaulat rekan-rekannya selaku Pembina d’ULD Bogor, mengapresiasi atas penyelenggaraan anniversary di Eka Ria Restro yang berlangsung sukses. Menurutnya fasilitas yang cukup memadai, sangatlah memungkinkan untuk berkegiatan tari-menari dengan leluasa.

“ Kami harapkan di Kota Bogor akan tumbuh fasilitas semacam ini. Ini memudahkan untuk memunculkan bibit-bibit baru terutama kalangan generasi muda di Bogor. Saya optimis, di Kota Bogor banyak bibit-bibit yang potensial untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,“ jelasnya, yang mengaku bergiat di komunitas ini semata untuk menyalurkan hobby dan bersosialisasi dengn sehat.

Last but not least, ada yang cukup menarik selain dari penampilan meriah dan penuh respek dari Gabungan Para Instruktur se Indonesia, pemberian door prize yang heboh berhadiah aduhai, tampilan pengiring dari TOT Band yang kompak dan serasi, sajian drama tarai dari Surilang Group yang berbasiskan seni Topeng Betawi, ternyata terselip ada remaja bernama Juanda usia kelas II SMPN asal Ciawi, Kabupaten Bogor.

Pembawaan dan penampilan Juanda menurut pengamatan redaksi sejak digelar jamming (menari bersama) mulai di sessi I hingga II dengan lagu dan musik khas untuk pakem tarian yang berbeda-beda dan penuh variasi, tampaknya bagi remaja putra seusia SMP ini tak menjadi masalah. Juanda bisa mengikutinya dengan lancar, plus senantiasa berekpresi gembira.

“ Aku suka dan ini sering kami lakukan bersama kawan-kawan di luar maupun dengan sesama siswa. Line dance ini bikin sehat,” paparnya sambil menambahkan – “Inginnya sih, semua kawan-kawanku dari pada sekedar suka melamun, mari kita melakukan line dance. Aku siap ajakannya.” (Harri Safiari)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here