Loading...

Kepala BNNP NTB Imbau Masyarakat Hati2 Terima Barang Titipan Yang Belum Jelas!

JayantaraNews.com, Mataram

BNNP NTB mengungkap Jaringan Pengedar Narkotika jenis sabu-sabu, yakni AG (33) alias Bagong berasal dari Dusun Timbak, Desa Kesik, Kecamatan Masbagik Lombok Timur.

Diketahui, AG kesehariannya sebagai penjual Miras jenis tuak di kampung tempat tinggalnya.

Disampaikan oleh Kepala BNNP NTB Gde Sugianyar pada saat Siaran Pers (14/8/2019) di Kantor BNNK Mataram, bahwa pada saat melakukan  penangkapan, yang bersangkutan (AG) hendak mengambil paket kiriman di salah satu jasa ekspedisi di Mataram yang isinya diketahui Narkotika jenis sabu, dengan nomor resi pegiriman  03016499771 dan tertulis nama penerima “ESP”, asal pengiriman  dari salah satu online shop di Jakarta.

Lebih prihatinnya, Tersangka AG dalam aksi mengedarkan Narkotika jenis sabu-sabu itu, melibatkan anggota keluarganya sendiri, yakni SR dan AL, yang merupakan sepupunya.

Disampaikan olehnya, bahwa sekitar pukul 15.15 Wita, BNN  mengamankan AL setelah yang bersangkutan mengambil dan menerima paketan dari salah satu kantor jasa pengiriman  barang, yang berlokasi di Mataram Lombok Barat.

Begitu juga pada saat bersamaan, Tersangka AG juga diamankan di areal parkiran kantor jasa pegiriman barang  tersebut.   

Selanjutnya, petugas BNN menginterogasi para pelaku, sementara AL dan SR hanya disuruh ambil paketan oleh Tersangka AG. Dihubungi melalui telepon selulernya, ia merasa tidak tahu menahu apa isi paketan tersebut.

Dari pegembangan petugas, Tersangka AG mengakui, bahwa sampai saat ini ia sudah tiga kali menerima kiriman Narkotika jenis sabu-sabu dari seseorang  yang tidak dikenalnya, karena hanya melalui telepon dan  tersangka mendapatkan upah sebesar 5 juta, sekali terima paket kiriman.

Sebelumnya, dia terima kiriman paket pada bulan April dan Mei 2019 lalu.

– Cara kerja tersangka AG –

Setelah terima barang dari sepupunya ‘AL’, lalu tersangka menunggu perintah dari seorang yang tidak dia kenal melalui telepon, yang kemudian dipandu meletakan paket tersebut di pingir jalan sesuai dengan arahan orang tersebut.

Setelah itu, tersangka tinggal menunggu trasferan (upah) yang 5 juta masuk ke rekening Tersangka.

Diungkapkan Kepala BNNP NTB Gde Sugianyar melalui JayantaraNews.com saat dikonfirmasi usai Siaran Pers di Kantor BNNP NTB, Rabu (14/8), bahwa penangkapan dan berhasilnya pengungkapan jaringan pengedar Narkotika tersebut, tidak lepas dari kerjasama dengan masyarakat, katanya.

Kini, Tersangka AG diamankan oleh BNN beserta barang buktinya berupa paketan berbentuk kotak yang berisikan 5 (lima) bungkus klip bening dan masing-masing berisikan kristal bening, yaitu Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat keseluruhan : 493,20 gram, kemudian dikurangi dengan berat bungkusnya, sehingga didapatkan berat bersihnya menjadi 484,55 gram, terbungkus dalam amplop berwarna coklat dan plastik bubble wrap.

Diperkirakan, nilai barang tersebut mencapai 750 juta, mengingat harga pasaran di NTB yakni 1,5 juta/gram.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, kini tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman  penjara seumur hidup, kurungan penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda 1 (satu) milyar dan maksimalnya 10 (sepuluh ) miliar.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNP NTB, mengimbau pada masyarakat agar berhati-hati menerima barang atau titipan dari orang yang belum jelas keberadaannya, apalagi tidak kita kenal orangnya berikut asal-usulnya, tegasnya. (Nu JN)