Loading...

LAN Kota Tanjungbalai Minta Hukum Mati Bandar Narkoba Jaringan Internasional

Ket foto: Aksi gabungan masyarakat, aktivis dan LAN yang peduli Kota Tanjungbalai di depan Kantor Pengadilan Negeri Tanjungbalai

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Puluhan masyarakat Kota Tanjungbalai Sumatera Utara, menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri setempat terkait kasus Jaringan Internasional Narkoba yang ditangkap Polres Tanjungbalai sebanyak 15 Kg, satu di antaranya adalah warga Malaysia yang kini disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Rabu (14/8) dini hari.

Dalam proses persidangan yang sering ditunda itu, membuat masyarakat tanda tanya kepada Majelis Hakim, dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tanjungbalai menuntut mereka selama 19 tahun subsider 6 bulan, yang dinilai kontradiktif. Sebab kasus tersebut Jaringan Narkoba Internasional. ” Ada apa dengan JPU yang menuntut 19 tahun,” ungkap Ilham, selaku Ketua LAN (Lembaga Anti Narkoba) Kota Tanjungbalai.

Warga masyarakat bersama LSM dan LAN Kota Tanjungbalai yang memasang spanduk di pagar depan Kantor Pengadilan Negeri Tanjungbalai yang bertulisan mengimbau Majelis Hakim jangan mengikuti kehendak JPU itu, tapi meminta untuk dihukum mati para Bandar Narkoba. 

Ilham menambahkan,” Narkoba di Tanjungbalai sudah keterlaluan dan luar biasa. Setiap penangkapan oleh Pihak Polres Tanjungbalai, puluhan Kilogram yang terciduk. Oleh karena itu, Untuk menyelamatkan generasi bangsa, setiap Bandar Narkoba harus di hukum mati,” tegasnya.

Melihat spanduk yang terpasang pada pagar Pengadilan Negeri Tanjungbalai, membuat salah seorang Hakim keluar dan menyuruh agar spanduk tersebut dibuka setelah diphoto hakim tersebut. Katanya,” Jangan su’uzhon dengan kami, kalian lihat nanti hasil putusannya,” ujarnya, sembari meninggalkan massa yang lagi melakukan Aksi depan Pengadilan Negeri Tanjungbalai.

Orasi yang disampaikan beberapa orator oleh masyarakat gabungan dan aktivis, dan LAN Kota Tanjungbalai, di iringi dengan membakar ban bekas, berharap kepada Majelis Hakim menghukum Bandar Narkoba Jaringan Internasional dengan hukuman yang seberat-beratnya, atau hukum mati, mengingat salah seorang terdakwa adalah warga Malaysia. (Eko Setiawan)