Loading...

Sabu Melalui Jasa Ekspedisi, BNNP NTB Berhasil Selamatkan 3000 Jiwa

JayantaraNews.com, Mataram 

Badan Narkotika Nasional Nusa Tenggara Barat berhasil mengungkap jaringan pengedar Narkotika berjenis Sabu melalui jasa pengiriman yang berada di Kota Mataram, Jum’at (9/08).

“ Jaringan ini berhasil kami ungkap melalui informasi dari masyarakat

dengan bekerjasama dengan jajaran Reserse Narkoba Polda NTB bahwa pelaku pengedar melibatkan anggota keluarganya sendiri dalam peredaran Narkotika jenis sabu seberat 500 gram melalui jasa pengiriman di Kota Mataram, NTB,” ujar Kepala BNNP NTB, Drs. Gde Sugianyar didampingi Direktur Narkoba Polda NTB AKBP Sudjarwoko beserta jajaran.

Sedangkan untuk pelaku utama, Lanjut Gde Sugianyar, pelaku ini berinisial AG als BG (33) laki-laki, pekerjaan wiraswasta, asal Dusun Kesik, Desa Kesik, Kecamtan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

“ Untuk kronologis pengungkapan tepatnya pada tanggal 9 Agustus 2019 lalu, sekitar pukul 13.20 Wita berhasil mengamankan saudari AF als R karena mengambil satu buah paket dari jasa ekspedisi dengan resi pengiriman tertera, sedangkan untuk penerima paket atas nama ESP asal pengiriman dari salah satu online shop di Jakarta yang kami duga jenis Narkotika golongan I metamfetamin atau disebut sabu,” jelasnya.

Setelah saudari AF di interogasi oleh petugas, ternyata saudari AF hanya dimintai tolong oleh saudara sepupu, yakni tersangka AG als BG via telpon melalui saudari S als R merupakan istri tersangka AG als BG tersebut.

Tidak lama berselang, sekitar pukul 15.00 Wita, saudari S als R berhasil diamankan oleh petugas setelah mengambil satu buah paket dari jasa ekspedisi barang di Kota Mataram dan pada saat yang sama petugas berhasil mengamankan tersangka AG als BG di depan parkiran kantor ekspedisi tersebut.

Selanjutnya, setelah dipertemukan, tersangka AG als BG beserta istri saudari S als R dengan sepupunya saudari AF als R menjelaskan, bahwa AF als R hanya disuruh tersangka AG als BG untuk mengambil paketan tersebut, sementara tersangka AG als BG mengetahui paketan tersebut berisi barang terlarang yang setiap pengiriman mendapat uang sebesar Rp 5.000.000 rupiah dari orang yang tidak dikenal hanya berhubungan melalui telepon.

“ Tersangka AG als BG diketahui telah menerima paket sebanyak 3 kali yang mana paketan sebelumnya telah diterima pada bulan April dan Mei tahun 2019. Sedangkan untuk cara kerja tersangka AG als BG ini dengan cara menerima paket dari sepupunya kemudian menunggu perintah dari seseorang yang tidak ia kenali melalui telpon dan setelah itu AG als BG melepaskan barang paketan tersebut di pinggir jalan sesuai arahan dari penelpon. Setelah pekerjaan selesai, AG als BG tersebut tinggal menunggu uang transferan dari penelpon tersebut,” ungkapnya.

Barang bukti yang kami dapatkan disaksikan petugas ekspedisi, bahwa paketan tersebut berbentuk kotak setelah dibuka berisikan 5 bungkus plastik klip bening masing-masing berisikan kristal bening yang diduga  berjenis sabu dengan berat bruto keseluruhannya 493, 20 gram dan setelah dikurangi pembungkusnya didapatkan berat bersih keseluruhan seberat 484,55 gram yang dibungkus dalam amplop berwarna coklat dan dibungkus juga plastik bubble warp.

Bila diuangkan dari jumlah BB yang ada dengan harga pasaran di NTB sekitar Rp 1,5 juta, maka harga sabu ini sebesar Rp 750 juta dan apabila 1 gram di konsumsi 6 sampai 5 orang maka BNN Provinsi NTB telah menyelamatkan 3000 jiwa masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

“ AG als BG telah diamankan BNN Provinsi NTB dan dijerat  pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang tindak pidana Narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup dan pidana penjara minimal 6 tahun maksimal 20 tahun atau denda minimal 1 milyar rupiah maksimal 10 milyar rupiah,” demikian Drs. Gde. Sugianyar. (HRS/JN)