39 Perusahaan Terindikasi Buang Limbah Ke Sungai! Terbukti Langgar, Tindaklanjut POLDA JABAR

Bandung – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat melakukan sidak di 39 perusahaan, yang diduga terindikasi dengan sengaja membuang limbah industri ke sungai, tanpa melalui proses pengolahan sebelumnya. Diantara 39 perusahaan, 13 diantaranya terbukti melakukan pelanggaran dengan sengaja membuang limbah.

Dari 39 perusahaan tersebut, beberapa diantaranya berlokasi di berbagai daerah, antara lain, 22 di Kabupaten Bandung, 7 Kota Bandung, 5 Kota Cimahi, 8 perusahaan Kabupaten Bandung Barat (KBB), hampir 80% terbukti melakukan pencemaran terhadap lingkungan.

Anang Sudarna, Kadis DLH Jabar mengatakan, untuk mengetahui hasil sidak lebih akurat, contoh air yang diambil selama sidak dari outlet atau titik penataan harus dilakukan pengujian di laboratorium yang sudah terakreditasi.

“Daerah KBB, delapan yang disidak delapan melanggar, di Kota Bandung empat perusahannya terbukti dan satu diantaranya langsung ditutup,” tutur Anang, Senin (12-02-18).

Anang menjelaskan, dari semua perusahaan yang disidak dan terbukti melanggar, pihaknya langsung menyerahkan penanganannya kepada Polda Jawa Barat, untuk ditindak lanjuti.

“Baik berupa teguran tertulis atau paksaan sampai pemberhentian dan pidana sekalipun, kami serahkan,” ucapnya.

Kembali dijelaskan, ada satu perusahaan yang menolak untuk disidak, yaitu PT Gucci Ratu Textile Industry, berlokasi di Jalan Cibaligo Cimahi, dengan alasan tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari DLH Jabar.

“Pasal 115 tentang Lingkungan Hidup, kami serahkan ke Polda karena sengaja menolak pemeriksaan, itu dikenakan sanksi pidana dan denda,” tutur Anang.

Anang meminta, perusahaan agar mematuhi aturan yang ditetapkan dengan membuat Instalasi Pembuangan Air Limbah (Ipal), dan menegaskan akan menindak semua perusahaan yang masih lakukan pelanggaran dalam upaya normalisasi Citarum Harum.

“Bila harus ada korban, dalam arti PHK, tidak masalah, dari pada harusĀ  mengorbankan kepentingan anak cucu kita kedepannya, dan ini resiko dari sebuah revolusi mental,” ungkapnya.

(Uchok Hendra Bunawan JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here