Agen LPG PT Danawira Putuskan Kontrak Pangkalan Nakal, GMB: Diduga Ada Praktik Jual Beli Pangkalan

IMG_20180808_140133

JAYANTARANEWS.COM, Bandung

IMG_20180628_215930

PT Danawira yang berdomisili di Kp Pasir Angin, Desa Citaman Nagreg, salah satu agen (penyalur) Gas LPG bersubsidi 3 Kg, tidak segan – segan memutuskan kerjasama dengan pangkalan yang diduga melanggar.

Menurut Direktur PT Danawira Yuli Yulipah, SE kepada wartawan mengatakan, bahwa pemutusan hubungan kerja dengan pangkalan akan dilakukannya apabila pangkalan binaanya terbukti melakukan pelanggaran.

Salah satunya adalah pangkalan H Edi Sobari, yang berdomisili di Tanjunglaya Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. ” Pangkalan ini sudah terbukti menjual Gas LPG 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Kabupaten Bandung, yakni Rp 16.600 per tabung, namun dijual seharga Rp 20.000/tabung,” ungkapnya.

Pelanggaran yang kedua, imbuh Yuli, yakni memindahtangankan pangkalan kepada pihak lain tanpa sepengetahuan dan seizin dari agen. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembinaan dan penegakan aturan.

Berdasarkan surat pemutusan kerja perusahaan nomor 002/SPHU/VII/2018, pangkalan tersebut resmi bukan lagi pangkalan agen lPG  PT Danawira.

Pemutusan dianggap sudah selesai oleh perusahaan, walaupun pihak pangkalan memiliki niat untuk meneruskan usahanya, akan tetapi kebijakan sudah diambil, dengan menunjuk pangkalan baru.

” Untuk wilayah Cikancung, sudah ditunjuk pangkalan baru oleh Pertamina, yang lokasinya tidak jauh,” ungkapnya.

Penunjukan pangkalan baru yang dinilai cepat tersebut, dianggap mencurigakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bersatu (GMB) Kabupaten Bandung. Padahal, untuk menjadi pangkalan, salah satu syaratnya adalah kejelasan distribusi gas kepada warga miskin yang membutuhkan.

Asep Gunawan, selaku Ketua LSM GMB, menuding adanya dugaan jual beli pangkalan oleh agen. Pasalnya, proses penunjukan pangkalan baru oleh Pertamina harus ada rekomendasi agen.

” Pangkalan yang ditunjuk PT Danawira ini harus jelas data masyarakat yang berhak menerima gas bersubsidinya. Jangan sampai, data yang dipakai juga data itu – itu juga,” ungkap Asep.

Ia pun telah mendapat laporan pengaduan masyarakat Desa Tanjunglaya yang kekurangan Has LPG 3 Kg, juga laporan dari pangkalan Edi Sobari yang sudah diputus kerjasamanya.

Ditegaskan Asep, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan investigasi di lapangan terhadap pangkalan gas nakal dan juga agen yang melanggar ketentuan penjualan gas bersubsidi ini.

” Kita akan pantau agen dan pangkalan yang melakukan pelanggaran, apabila kita temukan, kita akan laporkan, sebab hal ini jelas – jelas yang dirugikan masyarakat,” tegasnya. (Andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here