Aher : Jadikan Gotong Royong Sebagai Kepribadian Bangsa

IMG_20170516_202400

KARAWANG – Gotong royong mampu menyelesaikan permasalahan bangsa.  Persatuan dan kesatuan termasuk gotong royong mampu menuntaskan permasalahan yang kerap terjadi dalam kehidupan bangsa dan negara. Untuk itu, Gunernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengimbau agar masyarakat menjadikan gotong royong sebagai kepribadian bangsa.

“Karena gotong royong menjadi kepribadian bangsa sehingga tidak harus disuruh atau diumumkan berlebihan,” kata Gubernur, usai membuka acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-14 dan hari kesatuan Gerak PKK ke-45 di lapangan Karang Pawitan Kabupaten Karawang, Selasa (16/5/2017)

Heryawan mengatakan, gotong royong harus ditumbuhkan sejak di lingkungan keluarga terutama dalam konteks pembagian tugas kehidupan, kenegaraan, termasuk pembagian tugas rumah tangga dalam konsep berkeadilan antara laki-laki dan perempuan.

“Saya mengatakan ini karena sudah melakukannya dengan batas-batas tertentu, saya masih ingat mencuci pakaian dan masak di rumah karena waktu itu istri baru saja melahirkan,” ujarnya.

“Tentu ini jika dihubungkam dengan budaya kita masih ada kendala karena masih banyak kaum laki-laki yang meyakini bahwa tugas di rumah adalah tugas kaum perempuan,” tambahnya.

Menurut Gubernur, tugas tersebut bukan hanya dibebankan kepada kaum perempuan tetapi merupakan tugas bersama.

“Mengapa tidak, kalau lagi senggang di rumah, suami juga ikut memasak dan mencuci pakaian, begitupun jika istri memiliki tugas di luar, suami mengerjakan tugas rumah tangga. Itulah, makna gotong royong yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Aher sapaan akrab Gubernur Jabar menyebutkan, jika kehidupan gotong royong sudah sampai ke tingkat keluarga,  maka dirinya optimis dikehidupan masyarakat bahkan negara, gotong royong akan berjalan dengan baik.

Gotong royong bukan semata-mata adat kebiasaan bangsa ini  tapi merupakan sebuah kebanggaan bangsa Indonesia.

“Sampai-sampai Bung Karno menyebutkan, jika Pancasila disimpulkan, maka akan munculah kata gotong royong,” katanya.

Di era kemajuan teknologi, dikatakan orang nomor satu Jawa Barat ini, yang berpandangan semua bisa diselesaikan oleh negara, itu merupakan pandangan yang salah.

“Negara hadir di dunia ini tidak ditakdirkan untuk menyelesaikan segala permasalahannya, tetapi negara ditakdirkan bisa mengelola, mengumpulkan seluruh potensi kebaikan dan dengan gotong royong bisa diselesaikan secara bersama-sama,” pungkasnya.
Sumber : REP-MAT

Comments are closed.