Andri K : Tahun Politik Merupakan Tahun Sensitif, Hati2 Pejabat Publik Dalam Bersikap!

IMG_20180412_194343

Karawang – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Tahun politik, merupakan Tahun sensitif, dimana banyaknya regulasi yang mengatur tentang batasan-batasan bagi pihak yang menduduki jabatan tertentu dalam struktur Pemerintahan. Dari mulai Kepala Daerah, Aparat Sipil Negeri (ASN) sampai Kepala Desa, harus berhati – hati dalam bersikap, bahkan dalam menggunakan Sosial Media pun harus dijaga.

“Bagi ASN, menyukai atau like saja yang bersifat kampanye atau konten calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) ada sanksinya”.

Regulasi dibuat semata-mata, agar proses demokrasi lima (5) tahunan dapat berjalan dengan baik serta berjalan secara independen. “Saya memandang adanya regulasi – regulasi terbaru yang mengatur tentang Pemilu secara positif, dan saya sangat apresiatif. Karena dapat membawa dampak positif pada jalannya proses demokrasi, bukan diskriminatif. Sebab semuanya harus dibatasi, demi terciptanya tatanan demokrasi yang baik,” dikatakan Andri Kurniawan, Pemerhati Politik dan Pemerintahan Kabupaten Karawang, Kamis (12/4), disambangi Jayantara News.

“Adanya pelanggaran – pelanggaran Pemilu yang sudah terjadi, sehingga berujung pada persoalan pidana, harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak, khususnya bagi para pemegang amanah tertentu sebagai “Abdi Negara maupun Jabatan Publik”.

Dalam hal ini, pihak berwenang, seperti Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Penegakan Hukum Terpadu Pemilihan Umum (Gakumdu) harus benar – benar jeli dalam melakukan pengawasan,” imbuh Andri.

“Jangan sampai ada pelanggaran Pemilu yang lepas dari pengawasan dan penindakan. Kalau bisa utamakan pencegahan, terus lakukan sosialisasi, untuk meminimalisir segala kemungkinan potensi pelanggaran kampanye. Khususnya di Jawa Barat, agar Pilgub Jabar berjalan dengan kondusif, tidak terlalu banyak diwarnai oleh pelanggaran kampanye, ujar dia.

“Kalau yang sudah terlanjur terjadi, ya harus diproses sampai tuntas, demi terpenuhinya rasa keadilan bagi semua pihak, serta agar terjaga kewibawaan dan marwah Panwaslu beserta Gakumdu,” pungkas Andri. (Red JN)