Awandi Siraj : Tak Perlu Risau! Mutasi & Rotasi Tidak Mungkin Memuaskan Semua Pihak

IMG-20180205-WA0198

Karawang – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Mutasi dan rotasi pegawai di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang pekan lalu, meninggalkan banyak cerita di kalangan pegawai maupun di beberapa kalangan elemen masyarakat. Dari mulai yang pro sampai yang kontra, seolah saling berbalas pantun di ruang publik. Seperti halnya di media massa cetak, elektronik, ataupun di Sosial Media (Sosmed).

Baca juga : <a href=”Tak Ada Yang Keliru Di Gelaran Mutasi Pemkab Karawang. Fokus & Awasi Kinerjanya! – http://jayantaranews.com/tak-ada-yang-keliru-di-gelaran-mutasi-pemkab-karawang-fokus-awasi-kinerjanya/”>

Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (Marcab LMP) Karawang, Awandi Siraj, sekaligus tokoh pergerakan senior asal Karawang Utara ini, merupakan salah satu pihak yang pro, dan mengclaim positif pelaksanaan mutasi dan rotasi yang dilaksankan pada Jum’at, 2 Februari lalu.

Menyikapi kalangan yang kontra, dengan memandang bahwa hasil mutasi dan rotasi secara negatif dengan berbagai macam argumentasi, Awandi mengatakan, selama tidak ada aturan yang dilanggar dan ditabrak oleh Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjakat), serta Bupati, tidak perlu risau. Biarkan saja mereka yang kontra mengeluarkan pendapatnya.

“BKPSDM, Baperjakat dan Bupati tinggal catat saja, sekiranya konstruktif. Kenapa tidak dijadikan sebuah masukan sebagai bahan evaluasi untuk mutasi dan rotasi selanjutnya, kalau pun ada yang dirasa tendensius berdasarkan unsur ketidakpuasan,” ujarnya.

Itu hal yang sangat lumrah, karena tidak mungkin dapat memuaskan semua pihak. Keterbatasan posisi dan juga formasi tidak dapat dipaksakan, sehingga harus ada pertimbangan skala prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kompetensi.

Oleh karenanya, BKPSDM, Baperjakat dan juga Bupati harus legowo menerima semua kritikan. Selama kritikan itu berdasar dan tidak bersifat spekulasi yang mengarah ke fitnah, kenapa tidak, ia menambahkan.

“Kendati begitu, saya secara pribadi memberikan nilai plus untuk pelaksanaan mutasi dan rotasi kali ini. Bupati selaku pimpinan tertinggi di Pemkab Karawang, sudah membuktikan dan menunjukan integritasnya, dengan tetap memegang teguh prinsip, tidak menjualbelikan jabatan, yang biasa dikenal dengan sebutan ‘Wani Piro?’. Luar biasanya lagi, itu disampaikan pada saat sambutan dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kemarin”.

Lebih hebatnya lagi, Bupati menceritakan tentang adanya salah seorang oknum pegawai yang kasak-kusuk membeli jabatan, dengan cara menitipkan ke salah seorang, untuk diberikan kepada Bupati. Bukan malah mendapatkan jabatan yang diinginkan, malah oknum tersebut dimarahi oleh Bupati, dan sama sekali tidak melantiknya. “Ada pun mengenai Bupati harus membuka ke ruang publik, tentang siapa oknum pegawai tersebut, saya kira tidak perlu. Bupati cukup mengetahuinya, untuk selanjutnya di lakukan pembinaan secara khusus,” tandas Awandi mengakhiri obrolan, ketika disambangi Jayantara News, Senin (5/2). (Ndri JN)