Bacagub Jateng “Sudirman Said”, Janji Wujudkan Pemerintah Jateng Bebas Korupsi

Semarang – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jawa Tengah, Sudirman Said, berjanji akan mewujudkan Pemerintahan Jawa Tengah yang bersih dan bebas dari “korupsi” yang disampaikannya pada Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jateng di Semarang, Sabtu (3/2/18).

Bahkan jika Sudirman menjadi Gubernur Jateng, maka akan terus menggelorakan gerakan Anti Korupsi dengan setiap berpidato, maka 3 hingga 5 menit pertama akan disampaikan pesan-pesan anti korupsinya.

“Dan saya akan gunakan kesempatan tersebut untuk mengajak hadirin para aparat ASN, para Bupati dan Walikota, dan para Kepala SKPD untuk menjaga diri dari tindakan korupsi. Diingatkan berulang-ulang dengan lisan, dicontohkan dengan perbuatan, dan diikat dengan sistem kerja yang transparan. Saya berkeyakinan akan membawa dampak perubahan yang signifikan,” ungkapnya saat menjadi Nara Sumber di Mukerda GNPK Jateng, Sabtu (3/2/18).

Selanjutnya, Sudirman pun memaparkan usahanya untuk mewujudkan Jateng bersih dengan menata Institusinya secara profesional melalui 3 aspek, yaitu penataan struktur mekanisme kerja, penataan Sumber Daya Manusia dan penataan budaya kerja.

Namun dari ketiga aspek tersebut, yang paling cepat pengaruhnya adalah jika kita memulai dengan penataan Sumber Daya Manusia dan kepemimpinan.

Karena sikap dan perilaku pemimpin akan mewarnai cara kerja dan budaya suatu organisasi, makanya perlu memilih pemimpin yang bersih,” mari jalani Pilkada dengan niat bersih, cara bersih, uang bersih, sehingga hasilkan pemimpin bersih, Pemerintahan bersih yang akan membawa kemakmuran rakyat Jateng, percayalah!,” tandasnya.

Sementara itu Ketua DPN GNPK Pusat, Adi Warman menegaskan, pemimpin yang baik diantaranya selalu berpihak pada rakyat kecil. “Jika jadi Gubernur, buatlah Perda yang berpihak pada rakyat kecil dengan meminta masukan semua pihak agar terhindar korupsi,” tuturnya.

Adi pun menjelaskan, bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi bukan mampu memenjarakan banyak koruptor, tapi untuk mensejahterakan rakyat. “Jadi jika rakyatnya miskin, pelayanan publiknya buruk dan jalannya banyak yang rusak, berarti di daerah tersebut terindikasi ada korupsi,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua DPP GNPK Jateng, Mastur menandaskan, jika pihaknya akan tetap konsisten mendukung pemimpin yang terbebas dari korupsi.

“Kami menghadirkan kedua Bacagub Jateng agar tahu komitmen mereka dalam pemberantasan korupsi. Namun sayang, yang hadir hanya Pak Sudirman Said,” ungkapnya.

Selanjutnya Ketua Panitia MUKERDA GNPK Jateng, Didik Methana, jika pihaknya sudah berusaha sejak 2 (dua) minggu yang lalu untuk mengundang kedua Bacagub Jateng melalui LO nya masing-masing sesuai arahan dari KPUD Jateng, namun dalam kegiatan ini hanya 1 orang Bacagub Jateng yang bisa hadir, “Intinya kegiatan ini sukses dan dihadiri hampir seluruh perwakilan GNPK dari Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan terkait ketidakhadiran Ganjar belum ada kabar. “Yang jelas sudah kami undang Mas,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, memang dalam Mukerda GNPK Jateng ini disamping akan diisi para nara sumber dari DPN GNPK, Polda dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah juga mengundang Kedua Bacagub Jateng, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said untuk memaparkan visi dan misinya dalam pemberantasan korupsi di Jawa Tengah, namun sayang Bacagub Jateng Patahana, Ganjar Pranowo ditunggu kehadirannya hingga usai acara Mukerda tidak hadir juga dan para peserta yang datang dari 23 Kabupaten/Kota se Jateng pun membubarkan diri pulang kedaerahnya masing-masing.
(Tim JN)