Bakesbangpol Cilacap Gagas Desa Pancasila Agar Masyarakat Sadar Hukum

IMG_20171030_161638

Cilacapjayantaranews.com

Drs. Wijonardi HS., MM, Kepala Badan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cilacap menggagas pembentukan Desa Pancasila untuk peningkatan ketahanan masyarakat.

Menurutnya, Desa Pancasila adalah suatu proses strategi peningkatan ketahanan masyarakat terhadap semua tantangan, rintangan, hambatan, dan gangguan.

“Harapannya, masyarakat semakin sadar hukum dan mengikuti yang berlaku di negara kita ini, serta tidak mudah terpengaruh terhadap ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Pancasila dan radikalisme,” ungkap Drs.Wijonardi, dikonfirmasi jayantaranews.com, belum lama ini.

Dirinya berharap, Desa Pancasila menjadi besar dan intensif dalam mengatasi radikalisme di Cilacap dalam jangka panjang melalui penanaman nilai dan pola pikir ideologi Pancasila. Pananaman nilai itu akan dilakukan pada seluruh tatanan kehidupan masyarakat dengan melibatkan semua stakeholder yang Pancasilais.

“Karena Pancasila sebagai ideologi negara, bukan hanya tanggung jawab orang perorang, TNI, Polri, Pemkab, dan komponen masyarakat. Tapi, menjadi tanggung jawab segenap orang yang cinta tanah air,” tegasnya.

Untuk karakter Desa Pancasila adalah digunakan parameter nilai, sistem, dan tata cara Pancasila. Indikatornya menjadi desa yang harmonis tanpa konflik sekecil apapun. Desa mampu membicarakan konflik melalui diskusi dan musyawarah, karena di situ ada masyarakat yang dipimpin oleh hikmad dalam kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan.

Untuk itu, pembentukan Desa Pancasila di Cilacap ini menurut Kepala Bakesbangpol didasari oleh Peraturan Bupati (Perbup). Dari Perbup tersebut akan dibentuk tim Pembina Desa tingkat kabupaten, kecamatan, dan menentukan tiga desa sebagai desa binaan sekaligus sebagai laboratorium untuk melaksanakan berbagai kegiatan. (Firman / SF JN)