Baksos Aktivis Kab. Pangandaran : Pemasangan Baliho Di Pohon Merupakan Contoh Buruk & Perusakan Lingkungan

IMG_20170725_162020

Pangandaran – RJNews

Aktivis lingkungan hidup sekitar 40 orang peserta yang tergabung dalam wadah WALHI dan dimotori oleh Forum Akar, Paguyuban Bale Rahayat, Taruna Darma, Sarekat Hijau Indonesia DPD Kota Banjar, belum lama ini mengadakan baksos yang bertemakan “Sayangi Pohon, Jangan Rusak Lingkungan”.

Kegiatan baksos ini bertujuan untuk mengajak semua masyarakat, elemen dan para pemeduli, agar sama-sama saling sinergi menyayangi lingkungan dengan menyayangi pohon dan bukan sebaliknya yang berdampak pada perusakan lingkungan.

Asep Nurdin, selaku anggota Dewan Daerah WALHI Jabar dan juga Ketua Bale Rahayat mengatakan, kami mengajak semua unsur terkait, untuk menyayangi pohon dan tidak merusak lingkungan hidup. Kami sangat kecewa dengan fakta di lapangan yang nyatanya masih banyaknya balon para Kepala Daerah yang melakukan kampanye politiknya dengan perusakan lingkungan, seperti memaku baliho di pohon. Demikian juga masih banyaknya perusahaan yang memaku banner iklan di pohon, tegasnya.

Alhamdulillah, kami bersama rekan-rekan aktivis peduli lingkungan, berhasil membersihkan benda-benda yang sekiranya berdampak pada kerusakan lingkungan, yakni : pembersihan paku dari pohon terkumpul 1 kg, baliho / banner iklan 109 buah (Baliho UU calon incumben 38 buah, Wakil Ketua Dewan dari PDIP 2 buah, H. Yayat 2 buah, Agung Ketua Kadin Jabar 13 buah, Herdiat 3 buah, selebihnya banner perusahaan).

Adapun barang dari hasil pembersihan pohon, diangkut mobil Satpol-PP Kota Banjar, untuk sementara disimpan di sekretariat Forum Akar, untuk kemudian rencananya akan diserahkan ke Kantor Satpol-PP Kota Banjar, terang Asep.

Baksos pembersihan sayang lingkungan tersebut, dimulai pukul 09.00 WIB yang berawal dari depan sekretariat Forum Akar di Cikabuyutan, masuk Jl. Pangandaran – Jl. Batulawang – Jl. Karangmalang – Jl. Langensari – Jl. Lapas – Jl. Lemburbalong dan wilayah Kota Banjar dan berakhir di depan Masjid Cikabuyutan.

Kegiatan sosial yang bertajuk “Sayangi Pohon, Jangan Rusak Lingkungan” dengan alasan apapun tersebut, merupakan sebuah statement para aktivis lingkungan. Hal ini dimaksud, mengingat banyaknya didapat baligo calon walikota, gubernur, bupati, yang memanfaatkan unsur politiknya dengan pohon sebagai medianya. Tentunya hal ini merupakan contoh buruk dan merupakan perusakan lingkungan. Selain itu, perbuatan ini juga merupakan pelanggaran UU maupun Perda.

IMG_20170725_162033

Kewajiban calon Kepala Daerah itu melakukan pendidikan politik rakyat. Namun dalam hal ini, masih saja banyaknya para calon pejabat negara yang melanggar UU Lingkungan Hidup, UU Pemilu, Perda, Perbup, Perwal yang nyata-nyata hanya bagian dari kebijakan politik Pemerintah saja, sementara aturan lingkungan hidup tersebut tidak dipahami dan tidak dilaksanakan, tandasnya.

Senada diungkapkan Dede Supriadi, Kordinator dan Ketua Forum Akar yang mengatakan, kami bergerak lakukan baksos itu semata-mata karena bagian dari kegiatan halal bihalal dan tidak digerakan oleh motivasi apapun. Namun pada kenyataannya, kami kecewa sekali dengan masih banyaknya barang seperti baliho balon Kepala Daerah yang dipaku di pohon, ungkapnya.

Struktur Baksos :

– Kordinator : Dede Supriadi (Forum Akar)
– Penanggungjawab :
WALHI Jabar
– Ketua Paguyuban Bale Rahayat,
– Ketua Forum Akar
– Ketua Taruna Darma
– Ketua Sarekat Hijau Indonesia, DPD Kota Banjar