Diduga Korupsi PTPN I Langsa Terstruktur, Masif & Libatkan Petinggi Perusahaan BUMN

IMG_20180415_205958

Langsa – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Berbagai kasus korupsi ditubuh PT Perkebunan Nusantara I (Persero), diduga telah dilakukan secara terstruktur dan masif yang melibatkan para Petinggi di jajaran Perusahaan BUMN itu. Hal ini terlihat dari beberapa kasus dugaan korupsi seperti pada kegiatan Replanting Kebun Baru senilai Rp 2,8 Milyar, Pengendapan Pupuk, Pengerasan Jalan, dan Pembuangan Bibit Sawit untuk menghilangkan jejak korupsi. Kasus itu kini sedang ditangani Kejari Aceh.

Selanjutnya, beberapa akumulasi korupsi lainnya termasuk hilangnya CPO 450 Ton di PKS Pulau Tiga, Pupuk Ultragen Oplosan, hingga kasus Panitia Lelang Pengadaan yang sedang dalam penanganan Polda Aceh. Ini membuktikan bahwa korupsi di PTPN I Langsa telah lama dilakukan secara terstruktur dan masif.

Berdasarkan keterangan yang di peroleh AFNEWS.CO.ID/ Jayantara News dari beberapa sumber di lingkungan PTPN I Langsa, Minggu (15/4), manajemen PTPN I Langsa, pasca bertugasnya Direktur Utama dan Direksi baru lainnya, berbagai dugaan korupsi mulai muncul ke publik hingga masuk ke ranah hukum.

Selain kasus korupsi, kehadiran para Direksi baru di PTPN I itu telah menciptakan kesenjangan baru diantara karyawan, dan manajemen Perusahaan menjadi tidak solid.

Tindakan pimpinan Perusahaan yang pilih kasih dalam memberikan tindakan terhadap karyawan yang melakukan kesalahan, juga bagian dari budaya klasik yang belum di reformasi oleh jajaran Direksi baru PTPN I Langsa saat ini.

Tak hanya ditingkat internal Perusahaan, hubungan PTPN I Langsa dengan pihak eksternal seperti Pemerintah Daerah dan masyarakat lingkungan perusahaan juga ikut terganggu. Hal ini tentunya disebabkan oleh manajemen para Direksi yang tidak baik dan pola pikir individu Direksi yang tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman.

Dikatakan sumber, beberapa contoh kasus antara lain soal Manajer Kebun Baru Hajad Darmawan. Yang bersangkutan diduga telah melakukan tindak kejahatan mengamprah biaya Replanting Kebun Baru kepada pihak ketiga sebanyak 100 persen, sementara volume pekerjaan belum mencapai 100 persen. Terus, Pengendapan pupuk lebih kurang 6 Ton dan ada pupuk yang dibuang ke parit untuk menutupi dugaan korupsi alias menghilangkan jejak korupsi.

Tentunya kejahatan ini telah dilakukan secara terstruktur dan masif, mengingat PTPN I Langsa memiliki Perwira Pengamanan. Namun sepertinya Perwira Pengamanan dimaksud, terkesan tutup mata atas apa yang dilakukan oleh para petinggi PTPN I Langsa itu.

Sementara dilain pihak, karyawan atau pejabat lain di PTPN I yang melakukan kesalahan dan baru menjadi temuan Satuan Pemeriksaan Internal (SPI) dengan nilai kecil, sudah diberikan tindakan berupa pencopotan jabatan atau penurunan golongan. Sedangkan bagi kroni para Direksi seperti manajer Kebun Baru Hajad Dasarmawan, tidak diberikan tindakan yang tegas ditingkat internal meskipun kasus Korupsi yang melibatkan Hajad Darmawan sudah dalam penanganan pihak Kejati Aceh.

Fenomena ini tentunya semakin menguatkan dugaan publik bahwa beberapa kasus korupsi yang selama ini terjadi di lingkungan PTPN I, telah dilakukan secara terstruktur dan masif, yang melibatkan peran aktif jajaran Direksi Perusahaan tersebut. Karenanya, tak heran jika berbagai elemen masyarakat di lingkungan Perusahaan berharap agar aparat Penegak Hukum khususnya Polda Aceh dan Kejati Aceh, agar bisa mengusut secara tuntas dugaan korupsi di Perusahaan Milik BUMN itu.

Sementara itu, untuk mencari informasi yang seimbang atas dugaan praktek Korupsi secara terstruktur dan masif itu, Tim Media telah berupaya menghubungi jajaran Direksi PTPN I Langsa, namun tidak berhasil. Bahkan Direktur Operasional PTPN I Langsa Sayed Abdurrahman, lebih memilih memutuskan kontak dengan Wartawan daripada pusing menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan.

Sayed Abdurrahman juga sempat mem-blokir kontak Whatapps Messenger yang selama ini dijadikan Wartawan sebagai sarana komunikasi untuk memperoleh keseimbangan berita dari jajaran Direksi PTPN I Langsa. Hingga berita ini ditayangkan, Tim masih kesulitan mendapatkan akses informasi yang benar menurut versi Direksi PTPN I Langsa. (ZAL)