Diduga Oknum Bermain!, Izin SMA Elite Harapan Kasih Kota Bandung Dipertanyakan!

IMG_20180515_151030

JAYANTARANEWS.COM, BANDUNG

FB_IMG_1515036941798

SMA Harapan Kasih yang beralamatkan di Komplek Istana Mekar Wangi Moch Toha Jl. Mekar Utama RT 1 RW 1 Kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, diduga memanipulasi izin. Pasalnya, bangunan yang seharusnya hanya 4 lantai, namun setelah jadi nyaranya sampai 6 lantai.

Saat dikonfirmasi JAYANTARANEWS.COM, Selasa (15/5), pukul: 11:15 WIB, Ketua RW 1 Mekar Wangi (Ali) menjelaskan,” sebelum jadi RW, saya masih warga yang dekat bangunan. Tapi sampai saat ini, saya belum pernah tanda tangan terkait bangunan SMA Harapan Kasih tersebut,” ungkapnya.

” Setahu saya, awalnya hanya minta izin 4 lantai. Dan untuk warga, baru 14 orang yang menyetujuinya di lingkungan sekitar, kompensasi perwarga 300 ribu. Seharusnya bisa berkesinambungan dengan masyarakat sekitar. Awal pembangunan juga tidak ada sosialisasi sebelumnya dengan masyarakat, dan RT RW yang lalu menyetujui tanpa masyarakat tahu, karena mantan RW ‘AJ’ bekerja pada yayasan tersebut,” ucap Ali.

Ali juga membeberkan, sekarang bangunan sudah jadi, sekitar 10 bulanan beroperasi, masyarakat hanya bisa melihatnya saja, apalagi bangunan yang menjulang tinggi itu sangat dekat jaraknya dengan masyarakat, ujarnya.

Saat dibangun saja kebanyang bisingnya, hanya saja masyarakat hanya bisa diam,  maklum banyak juga oknumnya, kadang bila lakukan kegiatan dengan pengurus tidak ada pemberitahuan, imbuh Ali.

IMG_20180515_151142

Lurah Mekarwangi, Yusuf Sambalawini, mengatakan, bahwa dirinya tidak punya kewenangan dalam pertanyakan izin Harapan Kasih, karena itu tugas perizinan Kota Bandung.

Dirinya juga menjelaskan,” pada saat saya menjabat di sini tahun 2014, bangunan tersebut sudah berjalan, dan itu kebijakan lurah yang lama. Saya tidak tahu tentang perizinannya, karena itu bukan perusahaan, hanya yayasan, tugas Dinas Pendidikan,” jelasnya.

” Masalah HK yang diributkan, setahu saya terkait parkirannya untuk dikelola oleh Karang Taruna setempat, dan itu juga saya tidak diundang, hanya saja dihadiri oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas wilayah, dan mereka berikan laporan ke saya”.

Ditambahkan Yusuf,” Ketua RW 1 pernah mananyakan terkait izin bangunan yang 3-4 lantai, tapi jadinya 6 lantai, 2 untuk ke basement, 2 lagi ke atas, begitu jadi 6 lantai ke atas, karena bukan wewenang saya tanyakan izin HK,” tutur Lurah.
(Asep Dr/Hdr JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here