Dua Tower (BTS) Di Kecamatan Padaherang Pangandaran, Diduga Tak Kantongi Izin

IMG_20180213_090612

Pangandaran – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Kedua tower telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Perizinan. Diduga Tower (BTS) ini belum memilki IMB, izin HO dan izin dari Dinas Kominfo tapi sudah berdiri. Keberadaan dua BTS atau tower yang terletak di dua desa, yang berada di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, diduga melanggar aturan dan tidak mengantongi izin. Salah satunya tower yang ada di Desa Maruyungsari, BTS atau tower sudah berdiri hampir 100 persen, tinggal menunggu pemasangan listrik dari PLN.

Menurut salah satu warga setempat mengatakan, pembangunan tower tersebut tidak dicantumkan plang PT yang mengerjakan tower dimaksud. Sepertinya pihak PT sengaja menyembunyikan indititas perusahaan. “Saya menduga pembangunan BTS atau Tower tersebut tidak mengantongi izin yang seharusnya di tempuh dulu perizinannya,” ungkap warga.

Warga menambahkan, yang membuat Tower ini, menurut warga adalah Bos Bram dari Cisaga Ciamis, dan beliau mengerjakan di dua desa, Desa Maruyungsari dan Desa Panyutran. BTS atau Tower tersebut sudah berdiri hampir 100 persen dengan ketinggian hampir 62 meter, ungkap warga.

Saat dihubungi lewat telepon genggamnya, pihak perusahaan yang belum jelas perusahaannya dan peruntukan pendirian BTS atau Tower tersebut, Bram mengatakan, pendirian BTS atau Tower tersebut sudah ada izin IMB nya dan ditandatangani Dinas Kominfo (Tatang Suherman) menurut Bram. Dan pihak PEMDA pun sudah mengizinkan tower didirikan melalui Dinas Kominfo,” malah saya sekarang lagi sama Pak Tatang di kantor mengurus Perizinan, ungkap Bram.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pangandaran, Tatang Suherman, saat dikonfirmasi lewat telepon genggam milik pribadinya mengatakan, bahwa rekomendasi untuk pengajuan izin pendirian tower di Pangandaran memang dari pihaknya. Namun, pihaknya hanya mengeluarkan setelah ada kajian terlebih dahulu dari Badan Koordinasi Penataan Rencana Daerah (BKPRD), seperti contohnya dari Bappeda yang mana pengkajiannya dari sisi rencana tata ruang, Dinas Lingkungan Hidup kajian lingkungannya serta lainnya.

“Proses pengeluaran rekomendasi pendirian tower perizinan dari Dinas Kominfo, setelah itu baru IMB dikeluarkan oleh Dinas PMPTSPKUP”.

Tatang pun mengaku belum pernah kedatangan Pak Bram yang disebutkan Jayantara News ke kantor,” malah saya tidak kenal, untuk keberadaan BTS atau Tower tersebut sudah hampir selesai didirikan. Pihak saya malah tidak tahu sama sekali,” ungkap Tatang.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi UMKM dan Perdagangan (DPMPTSPKUP) Kabupaten Pangandaran, melalui Kasi  Penyelenggaraan Perizinan DPMPTSPKUP, Iip, mengungkapkan, untuk perizinan pendirian Tower yang ada di Kecamatan Padaherang belum mengantongi izin, ungkap Iip lewat telepon genggamnya kepada Jayantara News, Senin (12/02/2018).

Iip menambahkan, andaikan pihak perusahaan yang sudah membangun mendirikan BTS atau Tower tersebut dikerjakan sebelum ada Izin, maka pihak perusahaan harus menurunkan Tower tersebut kembalikan ke nol, barulah pihak perizinan akan memproses izinnya, ungkapnya.

DPP LSM Lembaga Perlindungan Konsumen-Gerakan Keadilan Masyarakat Indonesia (LPK-GKMI) Kabupaten Pangandaran bersama TIM Investigasi Gabungan Wartawan yang berhasil investigasi ke lapangan dan mengumpulkan fakta dan keterangan warga terkait pembangunan BTS, ini sudah melanggar Perda No 9 Tahun 2015 tentang Perizinan. Menurut Ketum LPK-GKMI, Ade Jenal M., SH, menuturkan, persoalan ini adalah tugas Satpol PP yang harus bisa bertindak tegas sesuai tupoksi sebagai Penegak Perda, karena setiap pembangunan harus melihat efek buruknya terlebih dahulu, misalkan keadaan kontur tanah labil atau tidak, maka harus dilakukan elevasi atau sondir dan yang lain-lain juga harus diperhatikan.

Ade Jenal juga berharap kepada petugas Satpol PP agar berani dan tegas melaksanakan apa yang telah menjadi kewajibannya, yaitu menegakkan Perda yang telah dibuat oleh Pemerintah Daerah. (Budi JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here