Dugaan Tindakan Pembiaran Oknum Kapolsek Panongan Tangerang, Dilaporkan Ke Pati Polri

Tangerang – Jayantara News

IMG_20171221_232408

Depok – Jayantara News

Penitipan mobil di Kantor Polisi Sektor Panongan berbuntut panjang. Hal itu disebabkan karena Kapolsek Panongan, AKP Trisno Tahan Uji, bersikukuh tidak berkenan memberikan mobil yang dititipkan di kantornya. Bahkan saat ditanya oleh Tim Yaperma,“ mengapa Kapolsek tidak menindak PT. Clipan Finance Indonesia yang tertangkap tangan pada tanggal 16 Desember 2017 lalu, saat didapati telah merubah Plat Nomor Polisi mobil milik sdr. Joni, selain mengamankan mobil hasil kejahatan yang dilakukan oleh PT. Clipan Finance Indonesia ?”. Kapolsek Panongan berdalih seribu macam alasan untuk tidak menyerahkan mobil tersebut dan mempersilahkan apabila pihak Yaperma akan melakukan pengaduan ke Mabes Polri dan upaya hukum lainnya, kata Kapolsek Panongan dengan sombongnya, (22/12).

Dugaan pembiaran oleh Kapolsek Panongan tersebut berawal dari Penitipan mobil Suzuki Swift ST 4×4 MT, No.Pol : B 1388 BPX, No.Ka : MHYEZC21SAJ114364, No.Sin : M15AIA614332, tahun 2010, warna abu-abu metalik, atas nama Sindi Ningsih Hasan sesuai STNK yang dilakukan oleh pemiliknya sdr. Joni tertanggal 17 Desember 2017, sekitar Pukul 02:00 WIB dini hari ke Kantor Polisi Sektor Panongan yang diterima oleh Anggota Polisi, AIPDA M. Rusli, NRP : 78050375, Jabatan Penyidik Pembantu pada Kesatuan Polres Tangerang Polsek Panongan. Hal itu dilakukan seusai anggota Polsek Panongan mengamankan mobil tersebut dari Kantor PT. Clipan Finance Indonesia di wilayah hukum Panongan, ujar Ujang Kosasih, Ketua Yaperma Cabang Depok sepulang dari Kantor Polsek Panongan kepada wartawan.

Ujang Kosasih menyayangkan tindakan Kapolsek Panongan, AKP Trisno Tahan Uji, yang bersikukuh tidak mau menyerahkan mobil milik sdr. Joni yang dititipkan di Kantor Polsek Panongan walaupun telah menunjukkan surat penitipan mobil. Hal tersebut tentu saja menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat,” ada apa dengan Kapolsek ini ?”, lanjut Ujang Kosasih.

Atas dugaan tindakan pembiaran tersebut, kami sebagai penerima kuasa dari pemilik kendaraan akan melakukan pengaduan kepada para Petinggi Polri dengan kronologi singkat sebagai berikut :

Bahwa pada tanggal 13 Desember 2017 orang-orang suruhan PT. Clipan Finance Indonesia telah mengambil alih kemudi mobil No.Pol : B 1388 BPX dari pengemudinya, saat berada di sebuah Pom Bensin di Cilegon dan membawa ke Kantor PT. Clipan Finance Indonesia atau merampas kendaraan milik sdr. Joni tanpa via Ketua Pengadilan/ main hakim sendiri dan menahan mobil tersebut di Kantor PT. Clipan Finance Indonesia di wilayah hukum Polsek Panongan.

Bahwa Pemilik Mobil B 1388 BPX (Sdr. Joni) dan kakaknya tidak terima atas pencurian dengan kekerasan yang telah dilakukan oleh orang-orang suruhan PT. Clipan Finance Indonesia tersebut. Maka pada tanggal 16 Desember 2017 mendatangi kantor PT. Clipan Finance Indonesia di wilayah hukum Polsek Panongan dengan maksud membayar tunggakan angsuran sebanyak 2 (dua) kali angsuran dan memberi dana tarik Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Lagi-lagi pihak PT. Clipan Finance Indonesia tidak mau menerima niat baik dari sdr. Joni (pemilik mobil). Terjadilah keributan sampai tengah malam dan mobil No.Pol : B 1388 BPX tersebut diamankan di Kantor Polisi Sektor Panongan. Sebelum pulang, sdr. Joni, (pemilik) kendaraan tersebut menitipkan mobilnya kepada anggota Polisi bernama M. Rusli, pangkat AIPDA NRP : 78050375 Jabatan Penyidik Pembantu pada Kesatuan Polres Tangerang Polsek Panongan (ada tanda terima) tertanggal 17 Desember 2017.

Bahwa saat pemilik kendaraan (Joni) yang menitipkan mobilnya hendak mengambil di Kantor Polisi Sektor Panongan, Kapolsek Panongan tidak mau menyerahkan, dengan alasan harus diambil bersama-sama dengan pihak PT. Clipan Finance Indonesia. Padahal, mestinya kami sebagai masyarakat, seharusnya dilindungi dan diayomi oleh Kepolisian dari tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh PT. Clipan Finance Indonesia, tertanggal 13 Des 2017.

Kejadian seperti ini membingungkan masyarakat yang dirugikan. Apalagi terlihat bahwa pihak PT. Clipan Finance Indonesia selain telah merampas kendaraan dijalanan milik sdr. Joni, juga terbukti telah memalsukan No.Pol kendaraan dari B 1388 BPX menjadi B 1834 BRL dan tertangkap tangan (Foto terlampir). Namun Kapolsek dan jajaran dibawahnya membiarkannya, bukankan ini dapat dikategorikan sebagai Tindakan Pembiaran ?.

Agar tidak terkesan Polri melakukan pembiaran terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pemalsuan Nomor Polisi mobil milik sdr. Joni yang telah dilakukan oleh pihak PT. Clipan Finance Indonesia, maka mohon Kapolsek Panongan dapat segera mengembalikan mobil milik sdr. Joni yang dititipkan di Kantor Polisi Sektor Panongan tanpa syarat. Hal ini dimaksud agar tidak menurunkan wibawa Kepolisian di mata masyarakat dan pelaku tindak pidana bertambah merajalela apabila dibiarkan.

Demikian alasan permohonan bantuan dan kronologi singkat dugaan pembiaran yang telah dilakukan oleh Kapolsek Panongan telah kami kirimkan kepada para Pati Polri termasuk kepada Kapolsek Panongan dan telah diberi tanda terima surat tertanggal 17-12-2017, kata Ketua Yaperma Cabang Depok. (Pena Syam)