Gas 3 Kg Wil. Pangandaran Langka. Masyarakat Tuding Agen & Pangkalan LPG Lakukan Permainan!
IMG_20170903_072527
Pangandaran – Reportase Jayantara News

Dalam beberapa bulan terakhir ini, masyarakat di sejumlah desa Kabupaten Pangandaran, khususnya di Desa Sukaresik mengalami kesulitan mendapatkan (LPG) elpiji 3 kg, bahkan harganya melambung tinggi. Kelangkaan elpiji 3 kg tersebut diduga adanya permainan, baik itu di agen maupun di pangkalan, yang sengaja menahan penjualan elpiji 3 kg.

“Kabar kelangkaan dibuat agen dan pangkalan nakal, supaya bisa menaikkan harga jualnya,” ujar Ostik, seorang pria pituin Desa Sukaresik, Kabupaten Pangandaran, Sabtu, (02/09/2017).
IMG_20170903_072451

Lanjut Ostik, yang sudah jelas terlihat di pangkalan SPBU LPG 3 kg pertamina di Desa Sukaresik. ketika barang datang dikirim agen, langsung elpiji yang baru datang diumpetin ke belakang, dan diganti oleh elpiji yang kosong disimpan di depan. Sementara saya selaku pengecer yang mau beli elpiji tersebut, karyawan nya cukup bilang “elpijinya sudah habis”.

Ternyata gas elpiji 3 kg tersebut dijual oleh karyawan SPBU ke tempat lain Melebihi HET, dengan harga diangka 23 ribu sampai 25 ribu per tabung.

Kami berharap Dinas Perdagangan Kabupaten Pangandaran harus turun tangan menyikapi permasalahan ini.
“Jangan sampai permainan-permainan yang mungkin dilakukan oleh agen dan pangkalan elpiji 3 kg di Kabupaten Pangandaran berlarut-larut, yang akhirnya menyengsarakan rakyat,” pungkas Ostik.

Waktu dikonfirmasi via telpon, Tedi, Kepala Dinas Perdagangan mengatakan, saya akan menyikapi permasalahan ini dengan serius.

“Silahkan warga masyarakat bikin pelaporan secara tertulis diketahui oleh Kepala Desa dan Camat lalu kirim ke saya, dan saya akan tindaklanjuti laporan tersebut ke Pertamina. Biar Pertamina yang nantinya memberikan sanksi administratif terhadap agen atau pangkalan yang nakal,” tegasnya.
(Nana S.)