GERAM!, Warga Rancapacing GEDEBAGE BLOKADE Akses 5 SUMMARECON

IMG-20180916-WA0227

JAYANTARANEWS.COM, Gedebage

IMG_20180628_215930

Warga Rancapacing RW 04 RT 1 sampai RT 03 Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, mendemo proyek SUMMARECON, Minggu (16/9) pukul: 19:15 WIB.

Warga geram, akibat proyek urugan SUMMARECON Akses 5 dianggap mengganggu, dan hanya memberikan bising dan kebul tanah merah, dampaknya warga terkena batuk, dan berlangsung lama.

Berita terkait SUMMARECON: <a href=”NGERI!, Demo SUMMARECON Nyaris BENTROK Massa Di Gedebage – http://jayantaranews.com/ngeri-demo-summarecon-nyaris-bentrok-massa-di-gedebage/”>

Unjuk rasa warga Rancapacing ini sejak pukul: 15:00 WIB, dan warga bertahan sampai malam. Bila tuntutan warga tidak dipenuhi, warga ancam akan tetap memblokade Proyek SUMMARECON Akses 5, karena warga menilai SUMMARECON ingkar janji, dan selalu molor dalam kesepakatan dengan warga. Hal ini disampaikan oleh salah satu warga, yang merasa kecewa dengan SUMMARECON.

IMG-20180916-WA0219

” Proyek urugan Akses 5 ini boleh saja berjalan, dan harus memikirkan warga sekitar juga. Bayangkan saja, mobil berjalan tanpa kenal waktu, seharusnya bisa menghargai warga, jelas dampak dari kegiatan ini merugikan warga, bising ngebul, dan ada juga bangunan rumah retak, bahkan batuk pada anak – anak, dan SUMMARECON juga hanya berjanji saja, sudah 1 tahun berjalan, janjinya bohong, dan wajar warga kecewa, karena yang dirugikan langsung adalah warga,” ucap Dedi.

Beberapa warga di lokasi Akses 5 terlihat geram, karena beberapa mobil urugan mencoba masuk lokasi, sementara pihak Proyek SUMMARECON sendiri terlihat berjaga di lokasi, dan bersitegang dengan warga, dengan keamanan Security, Polsek, dan Pol PP Kecamatan, warga tidak sabar, dan dalam masalah ini pihak warga ingin cepat selesai, namun warga sudah terlanjur bersitegang dengan pihak Proyek SUMMARECON.

IMG-20180916-WA0223

Akhirnya, warga meminta menutup portal pintu keluar masuk kendaraan di lokasi Akses 5 SUMMARECON, dengan cara menggembok dengan rantai.

Dika, Security SUMMARECON menuturkan,” saya akan pegang kunci ini, dan saya akan tutup sampai ada kesepakatan antara warga dengan SUMMARECON dan saya minta Bu RW percaya dengan saya,” ucapnya.

Sementara, warga tetap akan memantau lokasi kegiatan ini, khususnya Akses 5, sampai ada kesepakatan. Warga meminta, bila tidak ada kesepakatan, dan ingkar janji lagi, maka lintas kendaraan Akses 5 tutup saja, karena dampak dari kegiatan ini, hanya berikan ketidaknyamanan warga saja, dan ngebulnya juga sudah over load,” ungkapnya. (Asdar/HDR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here