HADAPI MOMEN ARUS MUDIK & BALIK LEBARAN, GT GEDEBAGE SOLUSI KURANGI KEMACETAN

IMG-20170620-WA0050

BANDUNG – reportasejabarnews.com

Gerbang Tol (GT) Gedebage akan dioperasikan untuk mengurangi kemacetan di GT Cileunyi pada momen arus mudik dan arus balik yang akan datang. Hal demikian seperti disampaikan General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setiabudi.

Gerbang Tol (GT) tersebut akan digunakan secara situasional, yaitu jika terjadi antrian kendaraan hingga 5 KM di GT Cileunyi.

“Kita mencoba membagi beban ruas arteri Nagreg dengan membuka Gerbang Tol di KM 149. Di lokasi yang nantinya dibangun akses Gedebage,” kata Setiabudi, di Kantor Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Jalan Dr. Djundjunan (Pasteur), Kamis (15/06) yang lalu.

Pengalihan volume kendaraan menuju Gedebage dikhawatirkan mendapatkan penolakan dari warga sekitar karena selama ini warga sekitar Gedebage belum pernah menjadi daerah lalu lintas arus mudik dan arus balik. Mengenai hal tersebut, dalam waktu terpisah, Agus P. Alamsyah, selaku Ketua Forum Warga Bandung Timur (FWBT) menyatakan, bahwa pada dasarnya masyarakat sekitar Gedebage tidak keberatan jika pada arus mudik dan balik nanti para pemudik melalui daerah pemukiman mereka. Justru sebaliknya, warga Gedebage dan sekitarnya berharap Pemerintah dapat segera membuka GT Gedebage secara permanen.

“Kami berharap Pemerintah dapat membuka (GT) Gedebage secara permanen. Kemacetan selama ini sangat merugikan warga, padahal saat ini Gedebage dan sekitarnya merupakan wilayah pemukiman padat yang mayoritas warganya bekerja di Bandung Kota. Selain itu, dibukanya Gedebage akan membantu menggerakan ekonomi warga sekitar,” ujar Agus.

Iwan Purnawan, dosen Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota Bandung harus bergerak cepat mengantisipasi persoalan urban yang selama ini menjadi permasalahan utama masyarakat Kota Bandung. Menurutnya, dalam mengkaji persoalan kemacetan di Kota Bandung, jangan hanya difokuskan pada padatnya volume kendaraan di kota, tetapi juga bagaimana pergerakan masyarakat disiang dan malam hari.

“Seperti yang diketahui bersama, mayoritas pekerja di Bandung (kota) tinggal di wilayah pinggiran Bandung, sebagian besar di Selatan dan di Timur. Hingga saat ini, GT yang menjadi akses ke Timur hanya ada Buah Batu, atau ada juga Cileunyi tapi terlalu jauh untuk mengakses wilayah sekitar Margahayu, Gedebage, dan Cibiru,” ujar Iwan.

Selanjutnya, Iwan mengatakan, bahwa rencana operasionalisasi GT Gedebage merupakan pilihan paling rasional dan affordable untuk dilakukan oleh Pemerintah dalam waktu dekat sembari menyiapkan solusi lain yang lebih solving, seperti revitalisasi moda angkutan umum.

Senada dengan itu, Fajar Arif Budiman, konsultan kebijakan publik dari POLDATA Indonesia manyatakan, bahwa infrastuktur Gerbang Tol Gedebage secara faktual sudah ada. Menurutnya, jika memang masih diperlukan perbaikan atau penyempurnaan maka harus segera dilaksanakan.

“Aktivasi Gerbang Tol Gedebage akan memberikan banyak manfaat untuk semua pihak. Masyarakat akan terbantu, Jasa Marga dapat menambah penghasilan, Pemerintah diuntungkan dengan adanya jaringan jalan baru yang dapat mengurai kemacetan,” ujarnya kepada wartawan.

Selanjutnya Fajar menekankan, bahwa semestinya Pemerintah tidak membiarkan adanya idle asset, apalagi tidak ada pihak yang dirugikan dengan aktifnya aset atau sarana tersebut, pungkasnya. (Tim RJNews, Lipsus)