IRONIS, Pemkab Dianggap Kurang Peduli! Warga Tegalluar Keruk Sungai Cilisungan Dengan Swadaya

IMG_20180512_172356

JAYANTARANEWS.COM, Bojongsoang

FB_IMG_1515036941798

Anak Sungai Cilisungan yang terletak di Sapan Gudang Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, cukup ironis.

Sungai Cilisungan yang hitam dan dangkal itu, sering memicu luapan air dan membanjiri warga sekitar, bila curah hujan tinggi. Bukan hanya itu saja,  kadang juga menjadi saluran utama pembuangan limbah pabrik dan langsung ke Citarum.

Saat ditinjau langsung JAYANTARANEWS.COM, Sabtu (12/5) pukul: 10:40 WIB, Ketua RW 01, H Dedi Mulyadi (H Kuple) menjelaskan, dalam rangka Citarum Harum ini, kita segenap masyarakat Tegalluar, khususnya RW 01 ini mengadakan kerja bakti beberes Sungai Cilisungan secara swadaya dibiaya oleh pengusaha lokal Material Gemilang (H Adam Jharkasi), sebesar 200 Juta. Di sini mencapai 7 RT,” katanya.

Asep Romaya (Romi) selaku Tokoh Pemuda dan LKMD menuturkan, swadaya dalam rangka Citarum Harum, mengeruk Sungai Cilisungan sepanjang hampir 3 Km ini didanai pribadi, dengan harapan agar pengusaha yang lain pun bisa mengikuti, apa lagi ini Program Citarum Harum, dan kedepannya, Pemerintah harus lebih memperhatikan,  khususnya BBWS, ucapnya.

IMG_20180512_172340

Komarudin (Jocong) mantan RW dan juga atasnama warga angkat bicara! Coba, ini Pemerintah harus lebih memperhatikan masyarakat, sungai yang hampir 5 tahun ini jarang disentuh, lumpurnya saja mencapai 1 M,  sepanjang hampir 3 Km, dan bila dibiarkan akan dangkal, tentu saja air akan mudah meluap bila musim hujan tiba, apa lagi ini dananya pribadi. Semoga saja pengusaha yang lain bisa mengikuti, ujarnya.

IMG_20180512_172323

” Untuk para Satgas Citarum khususnya TNI, yang jelas ikut terlibat kepeduliannya, saya apresiasi sekali, ” ucapnya.

Satgas Citarum Harum Kopda Yosep Bonifius Sabon, Subsektor 1 Sektor VI, selalu melakukan pemantauannya sejak kemarin sibuk cek aliran sungai. Menurutnya Kopda Yosep,” setelah dicek ke lokasi belakang pabrik KTM di saluran pembuangan limbah, hanya ada sisa pembuangan limbah lama yang sudah bercampurkan lumpur. Untuk masalah pengerukan mulai dari belakang pabrik sampai berakhir di Sungai Citarum RW 2, dan terus sampai selesai,” tuturnya.

(Uchok Hendra JN)