Ironis! Saat Pangdam Giat Benahi Sampah, Diduga Oknum TNI Bermain Di TPS Citarik

IMG_20180127_193424

Rancaekek – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang berlokasi dekat Sungai Citarik-Citarum, Kampung Rahayu RT 02 RW 09 Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung membuat kotor lingkungan sekitar, dan baunya cukup mengganggu masyarakat sampai RW 09 Desa Tegalluar, karena dekat dari perbatasan. Selain itu, air sampahnya berceceran ke jalan, sampai pengguna jalan yang lewat pun kadang terganggu dengan aroma yang tidak sedap. Sayangnya sampah itu bukan dari Kabupaten Bandung, melainkan sampah dari Kota Bandung yang sengaja ditampung sementara di lokasi tersebut.

IMG_20180127_193225

Menurut keterangan dari supir yang mengangkut sampah dari Kota Bandung, ditemui Jayantara News mengungkapkan, sampah ini dari Paskal, dan diangkut ke sini, karena sudah kontrak, dan ini milik Cece, selaku pengelola sampah di PD Kebersihan Kota Bandung. “Saya hanya sopir saja, dalam sehari ini bisa dua rit dan rutin, masalah operasional sudah ada dari kantor, katanya.

IMG_20180127_200457

‘Sementara Cece, selaku pengelola jarang datang, dan yang bertanggung jawab di sini ada, biasanya Edi. Dan yang sebelah itu, lain pemiliknya, karena itu punya JM, yang bertugas di Kodam,” tutur sopir.

IMG_20180127_193143

TPS milik JM memang dikelilingi benteng, beda dengan Cece, yang sampai keluar, sampai di samping saja bertumpuk sampah, dekat dengan sawah dan aliran sungai di belakangnya. Sudah pasti air sampahnya langsung turun ke aliran sungai, karena sampahnya bukan hanya plastik, kertas saja, melainkan ada sampah makanan dan sayuran bahkan lain-lain, yang pasti akan busuk, dan menimbulkan bau yang tidak sedap, bahkan di sisi Sungai Citarik sendiri berjejer sampah, dan bertumpuk, bisa saja valid ke sungai.

Ketika diwawancara langsung, inisial Serma JM (Prov) saat di Markas Besar Kodam III Siliwangi, Jum’at (26-01-18) pukul: 10:15 WIB, terkait usahanya sebagai pengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara dekat dengan Sungai Citarik, menuturkan,” saya sudah berjalan sekitar 4 tahun. Kalau dulu lahan kosong, tempat saya pun dikelilingi benteng. Memang sampah saya limbah dari mall berupa food court, makanan dan sayuran, untuk nilai ekonomisnya dari plastik, dan bisa pekerjakan orang, untuk makanan, ayam, bebek, sapi, domba, tidak ada yang saya langgar, dan masalah izin bukan urusan saya, bisa tanya yang lain, jangan cari cari kesalahan, saya tahu maksud dari tujuannya, sudah saya tidak ada urusan, pernah saya diterbitkan oleh PR, dan di apresiasikan dalam mengelola sampah, ” jelasnya.

Sangat disayangkan sekali, saat Pangdam III Siliwangi Mayjen Doni Monardo, giat dalam gerakan Citarum Harum bersih dari sampah dan limbah, justru ada oknum yang sebaliknya, jelas ini akan menjadi dampak sosial di masyarakat, karena Kabupaten Bandung sudah tidak memiliki TPA sampah, yang akhirnya sampah masyarakat Kabupaten Bandung harus membuang cukup jauh, dan memakan biaya yang cukup besar,  sementara sampah Kota Bandung justru ditampung TPS sementara Citarik, setelah disortir baru dibuang ke Rajamandala. (Tim JN)