Jefri Tambayong : Segerakan Hukum Mati Bagi Bandar Narkoba Yang Ditunda!

IMG_20180215_191135

Jakarta – Jayantara News

Indonesia merupakan pangsa yang sangat pesat dalam peredaran Narkotika, baik jaringan antar negara maupun jaringan pemasok yang ada di Indonesia.

Baru-baru ini, TNI AL bekerjasama dengan BNN dapat menggagalkan jaringan besar Narkotika dengan mengamankan barang bukti Narkotika satu ton barang haram berupa Sabu-Sabu.

IMG_20180215_191356

Ketua umum GMDM (Gerakan Mencegah Dari Pada Mengobati), di bawah komando Jefri Tambayong, terus tak henti-hentinya untuk terus menggerakan dan memberikan sosialisai penuh kepada Rakyat Indonesia terkait betapa penting nya bahaya Narkoba untuk para generasi muda Bangsa Indonesia.

IMG_20180215_191220

“Kami mengapresiasi kepada TNI AL dan BNN yang sudah menggagalkan 1 Ton Sabu-sabu yang betul-betul merupakan kerja keras untuk dapat menyelamatkan kepada generasi Bangsa Indonesia,” tegas Jefri kepada wartawan via selularnya, Rabu (14/2/18) di Jakarta.

Lebih lanjut,” ditegaskan untuk para pengedar besar yang ditunda hukuman mati nya, tentunya saya berharap jangan sampai ditunda-tunda terus!. Secepatnya eksekusi mati bagi ‘pengedar bandar besar’.

Saat disingung soal banyaknya pengedar Narkoba yang dikendalikan di dalam Lapas, dia menuturkan, tentunya ini harus disikapi benar-benar oleh Pemerintah, baik Kementerian Hukum dan Ham dan tentunya jangan tutup mata, yang sepertinya terkesan dibiarkan dan harus ada ketegasan!. Seperti Hp misalnya, tidak boleh dibawa masuk ke dalam Lapas, terintegritas dengan jelas dan dapat bekerjasama dengan BNN, TNI dan Polri.

Perlu adanya pengawasan ketat di dalam Lapas dan perlunya penjagaan di Lapas oleh Aparat BNN. Kalau tidak diterapkan seperti ini, tentunya “Surga bagi pengedar dan Bandar”.

Solusi mutus mata rantai Narkoba, tentunya perlu adanya ketegasan dari Penegak Hukum, dan bagi para pengedar Narkoba harus dapat direhabilitasi dan untuk pengedar harus dihukum.

“Revisi Undang-Undang Narkotika juga harus jelas untuk dapat dilakukan dan jelas bagaimana jenis kategorinya, baik untuk penguna maupun bandar. Untuk pencandu yang direhababilitasi saperti apa saja ?. Jangan hanya mengacu kepada┬áperaturan bersama dan MA. Jadi harus jelas pengguna dan pengedarnya,” tandas Ketum GMDM ini.

Soal pergantian Kepala BNN (Buwas), yang akan memasuki masa pensiun, pastinya ada beberapa calon kandidat yang masuk radar penganti Budi Waseso, dan “saya selaku Ketua Umum GMDM mengharapkan kepada Pak Presiden Jokowi, agar orang yang benar-benar berpengalaman di BNN, yaitu sosok Arman Depari, adalah yang tepat untuk menduduki sebagai Kepala BNN, disamping sikapnya sangat tegas dan humanis. Terbukti dengan ditunjukannya tahun lalu berasama timnya, yang sudah banyak bandar Narkoba yang ditembak mati, pungkasnya. (Bud JN)