Judi Merebak Di Desa Manunggal Sumut, Penegak Hukum Seakan Diam Tak Berkutik !

Sumut – jayantaranews.com

Sangat disayangkan, aktivitas judi di Desa Manunggal seakan tumbuh segar tanpa ada sentuhan dari pihak penegak hukum.

Polda Sumatera Utara, yang dalam hal ini mempunyai akses untuk menumpas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat, dari mulai begal, narkoba termasuk judi di dalamnya, tentunya begitu mudah metutup lokasi tersebut agar tidak berkutik. Namun kenapa seakan diam ?

Walau akhir-akhir ini Kapolda telah menyampaikan pemberantasan tentang begal dan telah dibentuk tim, namun kenyataannya judi di lokasi Pasar 7, Desa Manunggal tumbuh segar tanpa tersentuh.

Masyarakat Kota Medan dapat membuktikan dan menyaksikan sendiri betapa ramai dan meriahnya lokasi tersebut. Pria, wanita, tua dan muda tanpa terkecuali semuanya asyik bermain judi sesuai dengan seleranya masing-masing, mulai dari judi Rolet (2 meja-red), Dadu Samkwan, mesin Jackpot, Dingdong, Sabung Ayam dan Batu Guncang atau yang dikenal dengan sebutan judi KIM.

Saat kepemimpinan Jenderal Sutanto yang kala itu pernah menjabat sebagai Kapoldasu, judi Batu Guncang atau Judi KIM ini tidak diberikan ruang gerak. Terlebih saat Jenderal Sutanto menjabat sebagai Kapolri, hingga judi KIM yang saat itu sudah tersebar di seluruh Sumatera Utara, dibabat habis
hingga ke akar-akarnya.

Saat sekarang, mungkin boleh dibilang menjadi tanda tanya besar dari seluruh elemen masyarakat Sumut.

Bagaimana tidak ?. Dimasa kepemimpinan Kapoldasu, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, segala bentuk perjudian seakan dibiarkan. Parahnya, seakan menjadi bisnis haram terbesar di Sumatera Utara.

Kapoldasu seakan tak lagi mendengarkan saran dan keluhan warga terkait keberadaan lokasi perjudian yang berada di Pasar 7 Desa Manunggal tersebut.

Pantauan wartawan, arena perjudian di Pasar 7 Desa Manunggal Marelan itu sejak siang hari tampak sudah ramai dikunjungi. Diperkirakan uang haram yang beredar setiap harinya di arena judi tersebut mencapai miliaran rupiah.

Belum lagi judi Batu Guncang yang mulai diputar Pukul 19.30 WIB. Para pemain bisa membeli kupon judi KIM mulai dari harga seribu hingga ratusan ribu rupiah, sembari dihibur dengan nyanyian pantun sambil mencabut nomor KIM yang akan menjadi hadiah utama. Nomor keluar empat angka yang akan menjadi hadiah utama itu dikeluarkan pada Pukul 23.00 WIB.

Sangat disayangkan, meski sudah cukup bukti Poldasu belum juga menggrebek arena judi alias Las Vegasnya Indonesa yang ada di Pasar 7 Desa Manunggal tersebut.

Perintah Kapoldasu beberapa waktu lalu agar seluruh Kapolres dan jajarannya segera memberantas segala bentuk Pekat (Penyakit Masyarakat) di Sumut, hanyalah isapan jempol semata dan jalan di tempat.

Polisi yang saat ini tengah fokus menangani kasus kejahatan jalanan (begal) dan narkoba itu malah dianggap sebagian masyarakat hanyalah pengalihan isu untuk menutupi segala praktek perjudian yang ada di Sumut saat ini.

Berdasarkan perbincangan hangat di tengah kalangan masyarakat, mereka mulai bertanya dan meragukan apakah kasus perjudian tidak masuk ke dalam ranah hukum (303) dan ada pidananya ?.

Jika perjudian masuk dalam ranah hukum, mengapa segala bentuk judi bebas di wilayah hukum Poldasu ?, dan Seakan pembiaran sengaja dilakukan.

Saat Tim iGlobalNews / jayantaranews.com menyusuri arena dimaksud, tampak mobil-mobil mewah tersusun rapi di dalam arena tersebut. Tidak hanya itu, di arena judi itu pun menyiapkan gadai dan bisa meminjam uang untuk main kembali dengan jaminan sepeda motor atau mobil. Hal ini terbukti dan tanpa sengaja saat Tim iGlobalNews / Jayantara news.com diminta warga yang anaknya terhutang di arena judi tersebut, dengan menggadaikan sepeda motornya untuk ditebus. Sungguh miriss !
(udin JN)