Kades Gunung Masigit KBB, Prakarsai Sidang Isbat Pasutri Yang Belum Punya Surat Nikah

KBB – jayantaranews.com

Tarkopa, S.Pd.I, Kepala Desa Gunung Masigit, belum lama ini memprakarsai untuk mengadakan Sidang Isbat Nikah yang diadakan di Madrasah Nurul Iman Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Pelaksanaan Sidang Isbat tersebut dihadiri oleh perwakilan Kapolsek, Koramil, Tokoh Agama setempat, beserta para pasangan yang belum mempunyai surat nikah resmi.

Tarkopa mengutarakan, Sidang Isbat Nikah ini merupakan salah satu janji kampanyenya ketika dulu mencalonkan sebagai Kepala Desa. Dan setelah menjabat 4 tahun, Sidang Isbat Nikah tersebut baru terlaksana.

Tarkopa menjelaskan, di Desa Gunung Masigit, banyak pasangan suami isteri yang belum mempunyai surat nikah karena terkendala berbagai faktor. Dia mencatat, dari sekitar 1.500 kepala keluarga, hanya sekitar 20 % saja yang telah melengkapi persyaratan pernikahan termasuk mempunyai surat nikah resmi dari KUA setempat.

“Jadi yang mengikuti ada 69 pasangan. 50 dari Gunung Masigit dan 19 dari luar desa. Sebenarnya ini merupakan momen terbaik bari warga yang belum mempunyai surat nikah. Banyak sekali warga yang belum mempunyainya. Entah itu kelalaian atau apa pun,” ucap Tarkopa.

Dikatakan ia, rata-rata warga yang belum mempunyai surat nikah ada pada kisaran usia 40 tahun ke atas. Bahkan, Tarkopa menegaskan, ada pasangan suami isteri yang sudah berusia 70 tahun dan belum mengurus legalitas pernikahannya. “Jadi mereka hanya menikah secara agama saja,” imbuhnya.

Dan bagi warga yang belum terakomodir dalam Sidang Isbat Nikah kali ini, ia berjanji akan mengadakan Sidang Isbat Nikah gelombang kedua. Ia juga mengimbau pada warganya agar menikah secara resmi dengan mencatatkan diri ke KUA setempat. Karena menurutnya, menikah itu harus melengkapi administrasi. “Sehingga nanti tidak ada surat nikah yang dianjuk (ngutang),” tandas Tarkopa.

Tatang Buchori, salah seorang panitia pelaksana mengatakan, dari mulai sosialisasi hingga terlaksana acara tersebut, pihaknya membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Ia meninjau, ternyata banyak sekali pasangan suami isteri yang belum mempunyai legalitas resmi.

“Karena ini diadakan pertama kali, sepertinya warga sangat antusias mengikutinya. Ya saya minta dukungan saja dari semua pihak,” ujar Buchori.

Demikian juga diutarakan Hendi Suhendi, S. Ag, Kepala KUA Kecamatan Cipatat, yang sangat mengapresiasi Kepala Desa Gunung Masigit yang telah memprakarsai kegiatan Sidang Isbat Nikah di wilayahnya. Ia mengatakan, ini merupakan kabar baik bagi pasangan suami isteri yang belum mempunyai surat nikah. Karena dengan mengikuti acara ini, mereka bisa tercatat secara resmi oleh negara dan mempunyai kekuatan hukum.

“Kebanyakan yang melaksanakan Sidang Isbat adalah pasangan yang belum tercatat di KUA atau hanya nikah secara agama saja. Dan sekarang anak-anaknya sudah bisa membuat akta kelahiran untuk berbagai keperluan,” tutur Hendi.

Ia juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk masyarakat yang telah mengikuti sidang tersebut. Karena menurutnya, surat nikah sangatlah penting untuk membuat berbagai keperluan negara seperti BPJS, Paspor, KTP, dan sebagainya. “Jadi semua Warga Negara Indonesia yang sudah menikah harus mempunyai surat nikah,” ujarnya.

“Nikah itu harus dicatat di KUA, karena faktor biaya bukan masalah lagi. Jadi kalau tidak punya biaya, nikah di kantor itu gratis namun harus memenuhi legalitas dan di jam kerja,” pungkasnya.

(Endang Sopian JN)