Ketua Dewas : Tidak Benar Adanya Tarik Ulur Kepentingan Seleksi Direksi PDAM Tirta Tarum Karawang

IMG-20180208-WA0115

Karawang – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Seleksi Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) TirtaTarum Karawang belum final. Masih ada beberapa tahapan lain yang harus dilakukan oleh Dewan Pengawas (Dewas) terhadap ke 13 (tiga belas) orang pelamar yang dan sudah mengikuti tahapan.

“Hasil uji yang sudah dimunculkan Tim Akademisi bukan akhir dari tahapan seleksi. Sebelum dipilih dan diputuskan Bupati selaku owner, para calon tersebut wajib mengikuti seleksi lanjutan yang dilakukan Dewan Pengawas (Dewas), yaitu rekam jejaknya.

Walaupun mereka paham teori, namun selama di tempat kerja sebelumnya pernah tersandung masalah atau tidak, seperti halnya masalah hukum dan masalah kepailitan, serta terobosan apa yang telah mereka hasilkan. “Hal-hal seperti ini yang mesti kami telusuri sebagai bahan antisipasi,” kata Ketua Dewas, Indra Sutanto.

“Kenapa verifikasi rekam jejak tidak kami lakukan sejak awal sebelum diuji Tim Akademisi ?. Sebab aturannya memang mengharuskan begitu. Selain itu, pertimbangan faktor psikologis apa bila ketentuan ini pun dipublikasikan sejak penerimaan calon Direksi PDAM Tirta Tarum Karawang diumumkan ke publik. Dikhawatirkan tidak ada yang daftar”.

Lolos ditahap ini, Indra jelaskan, para calon hasil penjaringan nanti akan diminta mempresentasikan gagasan dan kemampuan managerialnya di hadapan owner, sebelum diputuskan siapa yang layak memimpin PDAM Tirta Tarum. Hasil akhirnya, Indra sendiri mengaku tidak tahu sampai kapan.

“Ada pun sebelumnya sempat beredar ada 9 (sembilan) nama yang dikatakan sudah masuk 9 (sembilan) besar, itu tidak benar adanya. Saya saja selaku Ketua Dewas belum bisa menyimpulkan, bahwa sudah ada ke-9 (sembilan) nama tersebut. Sebab sampai saat ini, kami dengan Panitia Seleksi (Pansel) masih mengolah ke-13 (tiga belas) nama itu. Entah dari mana itu bisa muncul nama 9 (sembilan) orang tersebut. Padahal, saya secara pribadi, maupun secara kelembagaan Dewan Pengawas, tidak pernah menyampaikan kepada siapa pun, dan memang dari teman-teman media pun belum pernah ada yang mewawancarai saya,” ungkapnya.

“Sekali lagi saya tegaskan! Tidak benar, soal sudah adanya 9 (sembilan) nama tersebut. Saya pun bingung, dari mana sumbernya dan siapa yang menyimpulkan 9 (sembilan) nama itu, kok tiba-tiba muncul 9 (sembilan) nama tersebut”.

Dan terkait lambatnya kepastian kapan akan diputuskan, serta dilantiknya Direksi PDAM Tirta Tarum Karawang, bukan karena tarik ulur dan bukan karena ada kepentingan. “Kami di Dewas, maupun Ibu Bupati selaku owner, tidak ada kepentingan lain-lain, selain kepentingan PDAM. Kita on the track saja, normatif sebagai mana ketentuan. Karena memang Ibu Bupati juga meminta kami di jajaran Dewas serta Pansel untuk tetap on the track menjalankan aturan dalam proses seleksi Direksi ini. Mana mungkin kami berani melanggar amanat Ibu Bupati selaku owner,” jentreh Indra, ketika disambangi Jayantara News, Kamis sore, 8 Februari 2018. (Ndri JN)