Ketum BPI : Situasi Kondusif Jangan Dipanaskan! Santun & Tdk Saling Hujat Dlm Berpolitik Jauh Lebih Baik

IMG_20180208_224348

Jakarta – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, yang dilontarkan menanggapi ‘Kartu Kuning untuk Jokowi’, menjadi sorotan publik.

IMG_20180208_224449

Menurut Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, menilai kartu merah lebih tepat diberikan untuk Presiden Joko Widodo, apalagi menjelang Pemilu Presiden 2019.

“Kalau saya bukan kartu kuning, saya kasih kartu merah (untuk Jokowi),” kata Amien usai menghadiri diskusi ‘ Kartu Kuning’ dan Gerakan Mahasiswa Zaman Now’ yang digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Ia berharap, Jokowi tak melanjutkan kepemimpinannya sampai dua periode.

“Jadi dikeluarkan dari lapangan demokrasi, dicari yang lebih unggul, lebih bagus,” kata Amien.

Amien menilai, disisa usia Pemerintahan yang tinggal satu tahun ini, Jokowi telah gagal menyejahterakan rakyat.

Menanggapi pernyataan Amien Rais, hampir semua warganet menyayangkan apa yang disampaikannya, yang menilai sebagai salah satu tokoh politik, Amien Rais harusnya bisa lebih bijak berpikir dan menyampaikan kritik, sebagaimana dikutip TRIBUNNEWS.COM.

Komentar lainnya terlontar dari Ketua Umum BPI KPNPA RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia), TB. Rahmad Sukendar, SH.MH.

Rahmad menyampaikan, alangkah baik dan bagusnya, sebagai Tokoh Nasional, agar santun dalam berpolitik dan tidak perlu saling menghujat!

Situasi yang sudah kondusif jangan lagi dipanaskan. Kita harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Situasi sudah kondusif. Mbok ya’o jangan dibikin panas. Jaga persatuan dan kesatuan bangsa, akan jauh lebih baik,” tegasnya.

Masyarakat sudah pintar untuk memilih pemimpin yang bisa kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Jadi mohon jangan terbawa suasana, dan santunlah dalam berkomentar.

Mestinya, ujar Rahmad, sebagai Tokoh Nasional sudah selayaknya bisa menjadi panutan umat. Jangan sampai umat menjadi terombang ambing. Berjiwa besarlah untuk memberikan pencerahan agar tidak ada gesekan dengan pihak maupun kelompok tertentu. Jangan sampai sesama muslim akan saling curiga mencurigai, yang pada akhirnya, ujung-ujungnya bisa membuat keresahan di masyarakat luas, paparnya.

(Red JN)