Konflik Tak Berkesudahan! Tonin T Singarimbun : Perkarakan Dago Resort, Warga Harus Kompak

IMG_20180419_171454

Cimenyan – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Polemik Resort Dago Pakar yang selama ini seakan tiada berkesudahan, menuai protes warga sekitar. Warga Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung menutup jalan Babakan Cikutra 2, Rabu (18 April 2018).

Warga berikut Ketua RT pun merasa geram. Pasalnya, akses jalan yang merupakan jalan desa tersebut, menurut warga, pembangunannya sudah menyalahi aturan.

“Hampir setiap hujan terjadi longsor dibeberapa wilayah. Bahkan rumah yang sudah dibangun pun terbawa longsor. Longsor terparah terjadi 2016, bahkan beberapa minggu kemarin pada Selasa 20 Maret 2018 lalu, kembali terjadi bencana,” kata Satria Almubaroq, selaku Ketua RW 07 Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dikonfirmasi Kamis, 19 April 2018, menyikapi Kawasan Bandung Utara (KBU) sebagai wilayah resapan air yang berdampak banjir di bagian bawah.

Baca juga :

<a href=”Tak Jelas Dokumen Ruislagnya, Pembongkaran Jalan Oleh Dago Resort Ditentang Warga & LSM – http://jayantaranews.com/tak-jelas-dokumen-ruislagnya-pembongkaran-jalan-oleh-dago-resort-ditentang-warga-lsm/”>

Lanjut, sejauh ini pengembang belum ada kordinasi, baik secara lisan maupun tulisan ke warga, terkait pembangunan Perumahan Elite dengan luas sekitar 564 hektar atau sepertiga dari Desa Mekarsaluyu.

” Hulu Sungai Cidurian yang berada di sini, aliran airnya meliputi wilayah Kota Bandung seperti Cicaheum, Cibeunying dan Cigadung,” bebernya.

Satria menambahkan, dulu adanya kampung-kampung, namun sekarang, 3 RW hilang, setelah pengembangan perumahan elite tersebut.

“Ini adalah sebuah perampasan hak, seolah dia, (pihak pengembang), merasa yang punya wilayah di sini,” urai Dahlan, warga RW 07, Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, kepada JAYANTARANEWS.COM.

“Saya sanksi, kenapa ini bisa terjadi ?. Padahal proyek pembangunan ini sudah selama 28 tahun lamanya, izin kepada warga juga belum ada, bahkan ketika saya menghalangi proses pembangunannya, saya malah jadi terlapor,” jelas Dahlan.

“Bila tidak ada solusi, kami akan mem- PTUN kan dan mencari bukti – bukti wilayah atas kejadian ini,” tegasnya.

IMG_20180419_145359

Tata Sasmita, warga RW 23, menyampaikan, persoalan air kalau musim hujan, dampak banjirnya ke wilayah kami. Belum limbah dari Hotel Intercontinental, karena limbah tersebut tidak ada penampungan limbahnya, yang juga milik PT Bandung Pakar, katanya.

Sementara, ketika ditanya terkait kerugian ada berapa RW yang terimbas banjir, Yudin, perwakilan warga Cibeunying menuturkan. ” Ada 10 RW di wilayah Cibeunying, imbas Sungai Cidurian. Belum lagi dampak sungai Cipariuk.

Sebagai lembaga yang salah satu Tupoksinya Kontrol Sosial, Adhi Wahyudi, mewakili LSM PMPRI yang juga warga Ciburial menjelaskan, adanya gerusan dari pembangunan PT Bandung Pakar, ada beberapa rumah warga yang terdampak. Pembuangan air akibat air dari PT Bandung Pakar berlalu begitu saja, tanpa ada pembuangan sesuai aturan, tandasnya.

Kampung kami, boleh dibilang sumber konflik, dimana tatanan dan kesenjangan sosial serasa tidak terakomodir. ” Saya berharap ada kajian-kajian hukum yang bisa menjembatani persoalan ini. Karena kami korban diskriminalisasi juga,” ucap Satria menambahkan.

Masalah lingkungan untuk di atas, bisa saja tidak terlalu berdampak. Namun kasihan warga masyarakat yang di hilir.

“Bahkan, empang kami dari urugan PT Bandung Pakar, belum ada penggantian, dari tahun 2016,” terang Satria.

Pembangunan dari mulai izin lingkungan, rekomendasi IMB sebagian besar tidak melalui kepengurusan, demikian juga Kepala Desa. ” Intinya, kami terintimidasi yang berkepanjangan,” pungkas Satria, Ketua RW setempat.

“Kami imbau, masyarakat kompak. Berikan data yang riil, jangan buat kriminalisasi, maupun melanggar hukum”. Kita sikapi sembari menunggu proses penggodokan selanjutnya. Sebelum Pilkada, diharapkan mediasi sudah selesai,” disampaikan Ir Tonin Tachta Singarimbun, SH dari Andita’s Law Firm, selaku Kuasa Hukum warga.

Warga berharap agar ada solusi, terkait polemik dan konflik pembangunan Perumahan Elite Resort Bandung Pakar yang selalu berbenturan dengan warga dan berada di Kawasan Bandung Utara, agar clear & clean, pintanya.

(Basan/Yudin JN)